Engget FC : Peresmian Berdirinya Komunitas Engget. Juara Satu Motor Seken

Engget 1

Juara pertama peraih motor, foto bareng dengan juara lainnya 

Kabarmancing.com, Jatijajar, Depok – Komunitas mancing warga Depok Timur dan Jatijajar ini pun resmi berdiri sejak Agustus 2016 kemarin. Ya, sebagai langkah awal pembentukan dan perjalanan komunitas dengan nama Engget Fishing Club, kemudian digelar mancing bersama dengan anggotanya Sabtu, 20 Agustus 2016 kemarin untuk pengukuhan resminya dibentuk komunitas tersebut sekaligus memeriahkan HUT Republik Indonesia yang ke 71.

Banjir

Luapan air yang menggenagi pemancingan Lembah Jatijajar tidak menyurutkan peserta untuk tetap mancing

    Di bawah komando Noer Sy, sebagai ketua umum, Engget mulai berkiprah dan ingin mensejajarkan dengan komunitas mancing lainnya yang sudah terbentuk. “Awalnya dari kumpul-kumpul warga Depok Timur di Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, kemudian tercetus ide dari teman-teman untuk menggagas wadah mancing, akhirnya kami setuju dan terbentuklah Engget,” ujar Noer di lokasi acara saat kabarmancing.com hadir.

    Dalam pengukuhan tersebut, atas kesepakatan seluruh anggota, maka dipilih pemancingan Lembah Jatijajar (dulu namanya pemancingan Bang Nadi) sebagai saksi bisu acara mancing bersama dan ajang silaturahim warga RW 016 dan Jatijajar. Tercatat kata Noer ada 50 peserta dari 50 lapak yang sudah terdaftar ikut di event mancing bareng ini. 

Peset

Anggota Engget Fishing Club foto bareng sebelaum acara dimulai

    Dukungan dari berbagai sponsor mengalir seperti dari IMM Fishing Shop, Diva Pancing, kabarmancing.com, Are Fishing Shop, Toko 736 (Kong Tjun) dan Wawan Golden Fish. Para sponsor banyak sekali memberikan berbagai item dari keperluan rumah tangga, kaos, alat pancing serta umpan. Bisa dibilang acara dihelat ini terkesan meriah dari banyak doorprize. Namun disayangkan saat hari H, Sabtu pagi itu, kondisi kolam yang akan dipakai banjir akibat hujan dan angin kencang semalam yang mengguyur kawasan Depok sekitarnya.

    Engget 6Noer dan Mumu Sutarno selaku dedengkot Engget berusaha keras bagaimana kegiatan ini tetap berjalan sesuai rencana. Lomba yang rencana dimulai pukul 9 pagi molor jadi jam 10 pagi.

    Lambat laun kondisi kolam mulai surut. Setelah dilempar ke forum oleh Mumu, para anggota setuju acara tetap berjalan walau kondisinya banjir. Selanjutnya Mumu selaku koordinator lapangan, mulai undi lapak. Setelah itu pembagian umpan ke peserta dari produk Diva dan 736 (OD).

 

Engget resmi berdiri

    Tiket lomba dibebankan ke peserta Rp 300 ribu per lapak, dengan turun ikan 200 kg ikan rame dan super 50 kg. Setelah undi lapak selanjutnya peserta menuju lapak yang masih digenangi air. Tepaksa peserta basah-basahan semata kaki saat duduk di lapak. Tapi itulah pemancing, mereka pantang mundur dalam kondisi apapun. Selagi masih bisa dipancing lanjut terus. Itulah kata mereka dengan semangat. Alhasil setibanya di lapak masih tampak genangan air membasahi kaki, tak lagi peduli yang penting mancing.

Noer

Noer (kiri) dan Mumu Sutarno

    Ikan turun kata  Noer bertahap 3 kali dari pagi sampai siang. Setelah duduk manis di lapak, Mumu dan Noer memberi kata sambutan dan resmi mengukuhkan Engget Fishing Club pada tanggal 20 Agustus sebagai hari lahir. Jam sepuluh lewat, lomba dimulai. Sembari mancing, ikan rame dan super mulai disiram. Strike ikan rame terjadi di lapak kiri dan kanan. Kondisi air kolam yang penuh hingga meluber tak membuat peserta galau, begitu pula ikan mas tetap lahap menyantap umpan peserta. Apalagi motor seken bagi juara pertama induk terberat sudah menanti.

    Berbagai racikan umpan untuk menggaet ikan induk mulai disiasati. Dari pantauan kabarmancing.com ikan-ikan super dua jam lomba berjalan masih malas muncul menyantap umpan. Siang harinya, udara sekitar Jatijajar bersinar dan lambat laun air kolam surut. Mumu dan Noer membagikan doorprize persembahan sponsor. Satu persatu peserta yang beruntung puas dan senang. Ada dapat kaos, ril, joran dan lainnya.

kaos

Peserta yang mendapatkan doorprize kaos dari sponsor

    Tepat pukul 4 sore mancing bareng Engget FC selesai. Mumu memberitahu siapa masuk nominasi juara. Juara pertama diraih Mas’ut yang mengangkat induk 2,730 kg dari lapak 16 dan berhak bawa pulang motor matik seken tahun 2009 dan juara 2, diraih Agus asal lapak 29 dengan bobot ikan 2,460 kg. Agus meraih uang tunai Rp1,5 juta.

    Di akhir acara Noer berharap komunitas Engget yang bermarkas di Jalan Jelutung 1 No 310, Depok Timur, tetap solid dan siap menjadi komunitas yang bisa meraih prestasi di bidang olahraga mancing. “Terima kasih atas support dan bantuan untuk kegiatan kami sehingga berjalan lancar walau kondisi alam yang kurang menguntungkan,” ujar Noer senang yang didampingi Mumu.(rambe/foto:dok.kabarmancing.com)

  • Juara 1 / Mas’ut / Lapak 16 / 2.730 kg / Motor Matik Seken+Paket Diva
  • Juara 2 / Agus / Lapak  29 / 2.460 kg / Rp 1,5 Juta+Paket Diva
  • Juara 3 / Danu /  Lapak  11 / 2.330 kg / Rp  1 Juta+Paket Diva
  • Total Wil. Barat / Aji / Lapak 25 / Rp 300 Ribu+Paket Diva
  • Total Wil. Timur / Pion / Lapak 27 / Rp 300 Ribu+Paket Diva
example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. ZUHAIR AKBARAugust 2, 2018 at 8:18 amReply

    Berdirinya komunias baru ini semoga bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi anggota didalamnya atau oranglain.

Leave a Reply