Ice Fishing : Mancing di Danau & Sungai Beku Sambil Menahan Hawa Dingin (1)

Ice Fishing 2

Ice Fishing atau mancing di es, kurang popular di Indonesia, pasalnya teknik mancing ini hanya digunakan di negara-negara yang terkena dampak musim dingin atau salju, seperti Amerika Serikat, Benua Eropa, Korea Selatan, Jepang dan negara lainnya di dunia. 

    Seni mancing es sungguh membutuhkan fisik kuat seperti tahan terhadap cuaca dingin berlama-lama dan juga keahlian teknik mancing es yang dikuasai agar tahu kondisi es yang kuat, apakah layak untuk dipijak atau dibor atau sebaliknya. Jika tidak memahami teknik-teknik mancing es tersebut maka yang terjadi kondisi fisik akan cepat lemah dan terjadinya longsor atau rubuh es yang dipijak.

    Namun bagi orang-orang yang tinggal di daerah dingin hal tersebut sudah mereka kuasai tetapi bagi yang belum melakukan sama sekali maka harus tahu dan banyak belajar teknik mancing es tersebut.

    Mancing es bagi warga yang terkena dampak musim dingin sungguh mengasikkan. Inilah hiburan bagi mereka saat musim dingin tiba.

 

Serunya mancing es

    Di wilayah Amerika Serikat tepatnya Winconsin bila musim dingin tiba sekelompok pemancing di Winconsin  melepaskan kegemarannya memancing di danau yang beku. Aktivitas mereka ini diawali dengan membuat lubang di tengah lapisan es tebal yang menyelimuti permukaan danau. Walaupun udara dingin dan terkadang membuat tangan terasa membeku, mereka tetap menikmati hobi tersebut.

    Memancing es sangat populer di kalangan sebagian masyarakat Amerika Utara. Bagi warga yang akrab dengan udara dingin memancing di es sudah menjadi bagian dari budaya tersendiri. Namun hobi ini pun dapat dijadikan bisnis yang menguntungkan untuk penjualan peralatan memancing di es, mulai dari peralatan pancing hingga alat pemanas yang menghangatkan tubuh si pemancing.

    Jepang pun tak mau kalah dan sudah mengenal mancing es. Saat puncak musim salju sungai dan danau di Pulau Hokkaido membeku. Kondisi itu justru menjadi daya tarik para pemancing es. Di Abashiri, salah satu kota di bagian timur Hokkaido, suhu udara bisa mencapai minus 7 derajat Celsius di siang hari dan minus 12 derajat Celsius pada malam hari

    Di Abashiri, terdapat danau-danau yang merupakan bagian dari Taman Nasional Abashiri. Ada 3 danau, yakni Danau Notori di barat laut, Danau Abashiri di tengah, dan Danau Tofutsu di bagian timur. Tiga danau tersebut membeku saat musim salju. Tebal es yang menyelimuti danau-danau itu 40-50 cm

    Danau Abashiri cukup ramai dikunjungi para pemancing pada musim dingin. Pengelola Taman Nasional Abashiri menyediakan fasilitas bagi para pemancing. Tentu cara memancingnya tidak seperti biasanya. Mereka harus melubangi es itu dengan diameter 20 cm dan kedalaman 50 cm sampai terlihat air danaunya. Dari lubang itulah, mereka memancing sambil duduk menahan hawa dingin.

    Tidak semua areal danau boleh dipakai untuk mancing. Hanya bagian tertentu yang dinyatakan aman untuk memancing. Fasilitas pemancingan itu dibuka pukul 08.30 hingga 16.00. Biaya masuknya 800 yen atau Rp 96 ribu per hari untuk dewasa dan 400 yen untuk anak-anak. Biaya itu belum termasuk sewa pancing 150 yen, umpan 250 yen, serta sewa tenda dan kursi 600 yen. Jadi, kalau komplet, biayanya mencapai 1.800 yen atau sekitar Rp 216 ribu.

    Ada lima lubang di lokasi mereka memancing. Tiga lubang di depan tenda dan dua lubang di dalam tenda. Tenda itu memang tidak dipakai untuk tidur. Bila angin menerpa kencang, mereka masuk ke tenda agar tidak kedinginan. Saat memancing pun, mereka menggunakan pakaian musim dingin, mulai jaket tebal, sepatu bot, sarung tangan, serta penutup telinga dan kepala.

 

Dijadikan ajang lomba

    Selain untuk kegemaran mancing, mancing es ternyata juga dijadikan ajang kompetisi seperti di Minnesota, dimana ribuan orang berkumpul di Danau Gull Kota Brainerd, Minnesota, guna menggelar mancing es untuk memecahkan rekor dunia memancing es terbanyak sejagad. Acara ini sudah digelar sejak 1991 dan terus diadakan rutin tiap tahunnya.

    Dalam acara bertajuk Brainerd Jaycees Ice Fishing Extravaganza mereka memancing di lapisan es. Mereka melubangi lapisan es dan memasukkan kail pancing untuk menangkap ikan di air bawah es. Penyelenggara menawarkan hadiah uang tunai hingga USD 150 ribu untuk ikan yang mereka peroleh dari satu lubang baik dalam keadaan hidup maupun mati. Acara berlangsung selama 3 jam di tengah suhu minus 40 derajat Fahrenheit.

    Hal serupa juga dilakukan warga Korea Selatan. Ribuan orang juga berkumpul di sungai yang membeku di Korea Selatan untuk ikut ambil bagian dalam salah satu acara paling populer di negara itu yaitu kompetisi memancing es tahunan. Kompetisi itu diikuti kaum pria dan wanita dari yang tua hingga anak-anak.

    Para pemancing membuat lubang di es dengan ukuran diameter sekitar 16 inchi (40cm). Mereka  berusaha untuk mendaratkan sebanyak mungkin ikan trout dengan menggunakan batang, umpan tradisional atau bahkan dengan tangan kosong mereka.

    Kompetisi yang dikenal dengan The Hwacheon Mountain Trout Festival itu, berlangsung setiap Januari di Sungai Hwacheon di Provinsi Gangwon. Wilayah tersebut merupakan bagian pertama dari wilayah di Korea Selatan yang membeku karena air dingin dan angin sejuk.

    Ya, musim dingin yang bersuhu beku ternyata tak selalu membosankan dengan mendekam di rumah. Para pemancing pun siap menantang dingin dengan mancing di lapisan es untuk menyalurkan hobinya. Begitu nikmatnya mancing es. Anda ingin mencobanya.(rambe/sumber:jpnn dan berbagai sumber lainnya/foto:dok.ida rambe)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply