Situ Gintung : Lokasi Favorit Mancing Yang Tidak Pernah Sepi Pemancing

SG 1

Kabarmancing.com, Cirendeu, Tangerang Selatan – Masih ingat dengan peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung di daerah Cirendeu, Ciputat, 27 Maret 2009 lalu, dimana puluhan warga menjadi korban dari peristiwa naas tersebut. Selain memakan korban nyawa, puluhan rumah milik warga yang tinggal disekitar situ ikut hancur tersapu air bah. Tidak ketinggalan pemancingan Abah yang pernah terkenal juga ikut hancur. 

    Tidak ada menyangka memang, bila Situ Gintung yang dianggap aman-aman saja oleh warga setempat berubah menjadi malapateka. Peristiwa naas di malam Jumat itu mengisahkan kepedihan mendalam terutama bagi keluarga korban akibat kebobolan tanggul selebar 30 meter dengan ketinggian 6 meter pada sekitar pukul 04.00 WIB, bahkan 2,1 juta meter kubik air melanda pemukiman yang terletak di bawah tanggul. Korban meninggal pun puluhan orang.

    SG 4Bagi sebagian besar warga Jakarta dan Tangerang Selatan, Situ Gintung bukan hanya tempat resapan air semata melainkan juga tempat rekreasi murah meriah yang tidak kalah menariknya dengan situ-situ yang ada di Jakarta. Selain luas, Situ Gintung banyak dihuni berbagai jenis ikan seperti mujair, ikan mas, gurame, lele, dan gabus. Tidak heran bila banyak pemancing datang kesini setiap hari. Bukan hanya mancing, sebagian warga juga mencari ikan dengan cara menjaring.

    Setelah peristiwa tersebut, pemerintah mulai membangun Situ Gintung dan melarang warga tinggal dibawah bantaran situ, termasuk pemancingan Abah yang ikut hancur. Kini, setelah dibangun selama beberapa tahun, Situ Gintung kembali tampil dengan lebih nyaman dan aman. Tanggul yang dulu jebol dibangun menjadi pintu air. Di bawah situ tepatnya dibawah tanggul yang menjadi pemukiman warga berubah menjadi taman yang diberi saluran air menuju Kali Pesanggrahan. Di taman yang dulunya pemancingan Abah terdapat sebuah tugu yang dimaksudkan untuk mengenang para korban.

    SG 12Sekarang sudah banyak pemancing kembali memanfaatkan Situ Gintung untuk mancing murah meriah. Apalagi setelah pembangunan situ selesai, pemerintah setempat menebar ikan sebanyak 1 ton. Tujuannya jelas saja untuk menjaga kelangsungan habitat ikan di situ.

 

Ikannya besar-besar

    Tidak jauh berbeda dengan dulu, sekarang pun selalu saja ada mancing disini. Seperti yang dilakukan Edi, warga sekitar, ia menjelaskan bila setiap hari Situ Gintung tidak pernah sepi dari orang mancing. “Apalagi kalau Sabtu dan Minggu banyak mancing disini,” katanya. Selain datang untuk mancing, banyak warga Jakarta dan Tangerang Selatan memanfaatkan Situ Gintung untuk rekreasi. Menurut pengakuan Edi, hampir setiap hari ia mancing di Situ Gintung. Ikan-ikan yang ada disana, jelas Edi, terdiri dari berbagai jenis ikan seperti gabus, benter atau cere, mujair, nila, lele, dan ikan mas cukup mendominasi disini.

    SG 5Gabus disini, kata Edi, ukurannya cukup sedang. Pernah suatu kali ada pemancing berhasil dapat gabus sebesar lengan orang dewasa. “Beratnya mungkin sampai satu kilo,” katanya. Ikan lainnya juga banyak berukuran besar. Seperti ikan mas dan mujair. Menurut Edi, untuk mancing disini cukup menggunakan udang hidup. Tapi, ada juga menggunakan kodok hidup sebagai umpan. “Waktu dapat gabus, umpannya pakai kodok hidup,” jelasnya. Ada pula yang pakai umpan lumut.

    Yang menarik lagi, kebanyakan ikan disini justru lebih banyak ada di pinggiran atau tempat yang terdapat eceng gondok. “Ikan disini mainnya dipinggiran,” ujar Edi yang hari itu baru mendapatkan 2 ekor ikan mujair.  Ya, Situ Gintung yang memiliki kedalaman setinggi orang dewasa memang menarik untuk tempat mancing. Apalagi setelah dibangun, dipinggiran situ sebelah timur—tempat pintu air—diberi beton dan batu-batu. Tidak heran bila kemudian disini menjadi tempat favorit warga untuk mancing.(jajat/foto:dok.jajat)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply