Wild Fishing di Kalimantan, Berburu Baramundi, Jelawat & Hampala

Saya dengan barramundi di Sungai Tabalong

Saya dengan barramundi di Sungai Kerang

Kabarmancing.com, Kalimantan – Setelah puas mengikuti event mancing di Kalimantan Timur, trip berikutnya Kang Ito menjelajah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) mancing di alam liar(wild fishing) dari tanggal 2 s/d 4 November 2015 lalu.

    Kepada kabarmancing.com beliau membagi cerita trip menantang tersebut. “Selama 3 hari saya mancing alam liar, betul-betul mengesankan, spot-nya lumayan bagus. Ikan-ikan yang saya dapat seperti barramundi, jelawat, hampala dan lainnya ,” katanya senang.

Sungai Kerang

Sungai Kerang

    Ceritanya, ditemani rekannya dari Samarinda, mereka berangkat menuju Tanah Grogot jam 9 pagi melalui darat menggunakan mobil. Ya, Tanah Grogot masih di Kalimantan Timur dengan waktu tempuh 12 jam perjalanan. “Karena kami lewat darat tidak menyebrang pakai kapal maka perjalanan lebih lama ketimbang kapal 6 jam,” ujar Kang Ito.

    Setibanya di Tanah Grogot hari sudah malam,mereka beristirahat memulihkan tenaga untuk esok hari berburu barramundi atau kakap putih di Sungai Kerang di muara sungainya. “Woow…pokoknya dibayangan saya seru banget, besok mancing barramundi, apalagi ketika mendengar cerita dari rekan saya itu,” jelasnya. Tak terasa malam semakin  larut.

Trip Kaltim 2

 

Berburu barramundi

    Esok harinya 3 November, persiapan dilakukan, semua piranti sudah siap. Untuk lokasi sungainya ada di wilayah Kerang sejauh 62 km dari Tanah Grogot. Kami tempuh dengan mobil, sayangnya kondisi jalannya kurang bagus. Selain saya rekan kami yang ikut ada Dedi Dana asal Samarinda dan Udin dari Tanah Grogot.

    Setibanya di wilayah Kerang masih harus berjalan kaki 500 meter menuju bibir Sungai Kerang. Sesampainya di tepi sungai jam 8 pagi kapal bermesin dongfeng sudah menunggu. Ternyata sungainya besar sekali, lebarnya 300 meter dan kami mancing di muaranya. Perahu membawa kami menuju spot-spot yang sangat dipahami kapten perahu. Cuaca kala itu sangat terik dan teknik digunakan casting dengan umpan hidup. Sebelumnya kami cari udang hidup dengan cara dijala di sungai tersebut.

    Begitu sampai di spot pertama langsung saja saya melempar umpan dan strike. Kedalaman sungai kata kapten perahu 4 s/d 6 meter di musim kemarau, di musim penghujan bisa mencapai 8 meter. Sungai Kerang banyak dihuni barramundi, kerapu, tanda-tanda dan jenis lainnya.

    Trip Kaltim 7Di spot pertama saya pakai umpan palsu untuk casting namun ikan yang jadi sasaran tidak mau makan, sedangkan rekan lainnya menggunakan umpan hidup langsung disambar, akhirnya saya ganti udang hidup, ternyata benar umpan dimakan. Saya berhasil strike barramundi 2 ekor beratnya 2 s/d 3 kg dan Udin paling besar bobotnya hampir 4 kg. Total yang saya dapat hari itu 6 kali strike barramundi dan 2 landed.

    Spot barramundi yang kami datangi 6 spot dan rata-rata diperoleh 1 sampai 3 ekor setiap spot-nya, namun sebenarnya bisa lebih banyak lagi tapi begitu umpan disambar langsung dibawa sang ikan ke kayu-kayu yang ada di dasar sungai dan nyangkut. Untuk melepas kail dari sangkutan kayu kami tidak berani pasalnya kapten perahu melarang masih banyak buaya muara berkeliaran disekitar sungai, tidak hanya buaya, berang-berang dan monyet sering kami temui di sungai ini. Woow…. pokoknya trip ini benar-benar menantang dan keren benget bagi pemancing yang baru pertama dan suka berpetualang apalagi sungai ini kerap didatangi para pemancing alam liar.

    Trip yang kami lakukan full day dari pagi sampai jam 5 sore. Hasil yang didapat selain bararmundi 7 ekor, puluhan ikan lainnya juga kami dapat. Jam 5 sore puas dengan hasil tangkapan, selanjutnya kami kembali ke Tanah Grogot dan bermalam disana.

Saya dengan ikan hampala

Saya dengan hampala di Sungai Tabalong

 

Mancing sungai di kota

    Selasa, 4 November, Tanah Grogot saya tinggalkan dan menuju Amuntai, Kalimantan Selatan lewat darat. Perjalanan menuju Amuntai jam 9 pagi dan tiba disana setengah tiga sore. Kondisi jalan dilalui kurang bagus, setelah lewat perbatasan antara Kaltim dan Kalsel jalan pun mulus hingga tiba di Amuntai.

    Sasaran saya berikutnya Sungai Tabalong dengan lebar 100 meter yang terletak di tengah Kota Amuntai berkedalaman 8 s/d 20 meter di musim penghujan. Setibanya di Amuntai rasa keinginan untuk segera mancing langsung mendera, tak perlu waktu lama kami menuju Sungai Tabalong dan turun ke sungai jam 3 sore itu.

    Dengan memakai umpan spoon saya berhasil strike ikan jelawat 2 kg dan ikan hampala 1 kg. Ya, di sungai itu ikan-ikan jenis ini masih banyak. Namun sayang, di musim kemarau hanya beberapa ekor saja berhasil diperoleh, tapi kalau musim penghujan ikan-ikan itu banyak. Dedi dan Fadillah rekan saya menggunakan umpan hidup seperti cacing dan udang dengan menggunakan pelampung, bahkan penuturan mereka umpan djempol amis premium dan amis regular pun disukai ikan di sungai ini.

Strike dengan ikan jelawat

Strike dengan ikan jelawat

    Ikan jelawat ganas tarikannya, tapi bagi saya itu mengesankan. Ada juga ikan belida, lais, gurame liar, patin, sanggang dan jenis ikan lainnya seperti dikatakan Dedi. Mancing di Sungai Tabalong dari jam 3 sore sampai jam 6 Magrib saya berhasil 7 kali strike, dan umpan banyak nyangkut dikarenakan banyak keramba di sekitar sungai yang menyebabkan sangkut.

    Setelah istirihat sejenak di penginapan dan makan malam, malamnya kembali kami datangi sungai tersebut. Kami mencari spot-nya beda mencari ikan baung dan belida sampai jam 1 malam, tapi hasilnya nihil tidak dapat seekor pun, padahal umpan cacing, tepung, mie yang kami bawa tidak disambar. Tapi bagi saya tidak masalah yang penting sore tadi saya sudah merasakan tarikan jelawat dan hampala.

 

Mancing rawa di Amuntai

    Hari terakhir 5 November 2015, setelah puas wild fishing di Sungai Tabalong rekan saya kembali mengajak mancing wild lagi kali ini di rawa mencari ikan betok. Wah… asik juga nih pikir saya. Jam 8 pagi kami siap mancing rawa yang berada di Kelurahan Alamatan masih di daerah Amuntai tepatnya Amuntai Tengah. Di rawa-rawa atau persawahan itulah nantinya kami mencari ikan gabus dan betok. Saya menggunakan umpan froggy menarik perhatian ikan-ikan tersebut, sedangkan teman lainnya pakai umpan anak tawon dan kroto besar pemikat betok.

Ikan betok yang dipancing di rawa

Ikan betok yang dipancing di rawa

    Selama mancing di rawa itu sudah 3 kali berpindah tempat, pasalnya karena air kering walau masih ada airnya tapi sedikit. Kami hunting seharian hasilnya 1 kaleng cat ikan betok diperoleh hari itu. Puas mancing betok kami coba kembali lagi ke Sungai Tabalong namun hasilnya sama dengan kemarin malam tidak dapat apa-apa. Kami mancing sampai sore pukul 6. Karena tidak ada hasil, lalu kami hentikan mancing sore itu.

    Ini malam terakhir wild fishing di Kalimantan Selatan yang berarti besok pagi saya harus menuju Balikpapan dan pulang ke Jakarta. Bagi saya mancing wild fishing menantang dan mengasikan, apalagi Kalimantan masih banyak spot-spot yang belum dikunjungi dengan ikan khas pulau tersebut.  Tak lupa saya ucapkan kepada rekan-rekan pemancing Samarinda, Tanah Grogot, Amuntai yang banyak membantu kelancaran perjalanan saya selama berada di Kalimantan.(seperti diceritakan kang ito kepada kabarmancing.com/foto:dok.kang ito)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply