Binuangeun : Trip Semalam yang Berkesan di Tanjung Selatan Pulau Tinjil

1

Semalam mancing di Pulau Tinjil beragam jenis ikan kami dapat

Kabarmancing.com, Banten – Binuangeun memang menjadi favorit pemancing laut untuk mengadu kebolehan. Hampir setiap minggu Perairan Binuangeun selalu ramai didatangi para angler, pasalnya potensi ikannya masih melimpah, selain itu Binuangeun juga dikenal dengan ombaknya yang tinggi. Beragam teknik mancing pun bisa digunakan disini, bisa troling, dasaran, poping dan jigging. Kali ini trip Binuangeun dilakoni Tim IMM (Indo Master Mulia) Fishing bersama Mata Pancing MNCTV. Trip selama 2 hari menghasilkan ikan tangkapan lumayan banyak.

    Tim IMM yang dikomandani Steven Setiawan, ikut membawa serta Taufik dan Sumo sedangkan Mata Pancing ada Muhdi, Vinka dan Bagus. Tim IMM berangkat menuju lokasi Sabtu siang, 9 April 2016 menuju rest area Km 42 Tol Merak untuk janjian dengan Mata Pancing. Singkat cerita, setelah bertemu di lokasi tersebut selanjutnya mereka pun menuju Binuangeun.

    Perjalanan menuju Binuangeun memakan waktu kurang lebih 5 – 6 jam dan tim tiba di Darmaga IPB jam 6 sore. Setibanya disana tim langsung menurunkan semua peralatan mancing untuk segera dimasukkan ke dalam kapal yang sudah menunggu di pinggir dermaga. Dengan menggunakan KM. SI Oren dengan fasilitas yang begitu lengkap seperti kamar, dapur dan toilet, spot yang akan dituju adalah Tanjung Selatan Pulau Tinjil  dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Total pemancing 11 orang termasuk ABK dan kapten kapal.

           

Total 38 ekor

    Setelah kami naik ke kapal, tak lama kemudian kapten memberitahu kapal siap berangkat menuju spot yang dituju. Kapal bergerak perlahan meninggalkan dermaga. Cuaca malam itu sangat bersahabat hanya saja sempat gerimis kecil. Selama di perjalanan menuju spot kami semua mempersiapkan tackle yang akan digunakan sembari melihat fish finder titik pontensial untuk memancing nanti.

Muhdi (Mata Pancing) sedang asik menunggu umpan disamabr

Muhdi (Mata Pancing) menunggu umpannya disambar

    Sesampainya di spot kurang lebih pukul 9 malam, kami langsung memancing menggunakan teknik jigging dan dasaran. Umpan yang digunakan metal jig dari 40 gram sampai 120 gram serta ikan tongkol, cumi dan umpan rapala. Semua teknik mancing kami coba mulai dari teknik jigging, dasaran dan troling. “Troling kami lakukan pagi hari keesokan harinya pukul 7 sampai pukul 9 pagi,” ujar Steven.

    Kedalaman laut yang dipancing di spot ini rata-rata 80 – 100 meter. Di spot yang baru saja didatangi ini tangkapan pertama dibuka oleh Taufik dengan teknik jigging menggunakan umpan Inchiku. Betapa senangnya kami dengan strike pertama Taufik dan membuat semua yang ada di kapal sangat antusias dan bertambah semangat dengan strike pertama itu. Ya, tentunya setiap ada strike diantara kami semuanya antusias memberi semangat dan terus memegang, mengamati joran untuk terus menunggu strike yang akan terjadi. Bila strike terjadi, Mata Pancing pun dengan sigap mengambil momen dan mengabadikan dengan kamera.

Tim IMM Fishing dan Mata Pancing santai di kapal

Tim IMM Fishing dan Mata Pancing santai di kapal

    Tak hanya Taufik. Tim IMM dan Mata Pancing pun bernasib beruntung, Tim Mata Pancing berhasil strike ikan kakap merah. Ya, beragam jenis ikan sudah berhasil dipancing sejak satu malam kami ada di Pulau Tinjil ini. Adapun ikan yang kami dapat seperti ikan kakap, alu-alu, lencam babi, kurisi ijo, wakung sawo, kuwe, kerapu, dan sotong.

    Selama mancing di Perairan Binuangeun spot yang dituju hanya di sekitaran Pulau Tinjil saja dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan dan terpaksa membatalkan spot ke Karang Tengah, ditambah kondisi anggota tim mengalami mabok laut. “Saya dan Sumo mabok laut,” ujar Steven sambil tertawa. Untung saja kata Steven selama trip berjalan tidak terjadi badai dan gelombang yang sangat besar.

Sreven dengna ikan tangkapan

Steven (IMM Fishing) dengan ikan tangkapan

    Tim IMM ujar Steven satu malam itu sukses menggaet ikan terbesar yaitu kurisi ijo dan ikan lainnya dari jenis kakap 1 kg, alu-alu beratnya 1 – 2 kg, lencam babi 3 – 5 kg, kurisi ijo, wakung sawo, kuwe, kerapu, sotong rata-rata berat ikan 1 – 5 kg. Total ikan yang didapat 38 ekor.

    Puas mancing di Binuangeun, lokasi terakhir kami mancing di Pulau Tinjil siang itu pun harus disudahi. Pukul 1 siang, Minggu 10 April 2016 kapal berputar arah dan kembali ke Dermaga IPB dan tiba pukul 3 sore. Sesampainya di darat, kami istirahat sebentar dan melanjukan perjalanan pulang kembali ke Jakarta dengan hasil cukup memuaskan.

    Banyak sekali kesan yang kami dapatkan mancing di Binuangeun diantaranya sensasi menarik ikan laut daerah selatan, peristiwa menangkap sotong di dekat kapal dengan menggunakan serokan serta memancing dasaran menggunakan teknik handline. Ya, satu malam di Binuangeun banyak meninggalkan kesan dan pengalaman yang kami dapat.(seperti diceritakan steven setiawan/foto:dok.imm fishing)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply