Jelajah Laut Pulau Tunda Tim kabarmancing.com & BajupromosiShop

Cover Tunda P

Kabarmancing.com, Serang, Banten – Entah ada apa dengan Jakarta hari itu. Dari Jakarta Pusat menuju Serang dilanda kemacetan luar biasa. Akibatnya, rencana ketemuan dengan teman-teman angler di Rest area Km 68 yang seharusnya jam 9 malam jadi jam 22.30. Memang, pada hari itu, Jumat, 11 Agustus 2017 kami para angler berencana untuk kembali mencoba memancing di seputaran Pulau Tunda.

    Tunda P 1Cuma misi kali ini agak lebih menarik, karena mendapat dukungan dari kabarmancing.com dan BajupromosiShop sehingga trip ini membuat teman-teman lebih semangat tentunya. Sebulan sebelumnya, usulan trip kami lontarkan ke teman-teman. Tidak sampai lama, hanya dalam waktu satu minggu, jatah 9 kursi terisi penuh. Adapun nama-nama angler yang ikut antara lain ada Dendy, Kusmanto, Yono, Irawan, Zalmami, Danny, Jimmy, Ferry dan Tache.

    Tunda PSingkat cerita, tepat pukul 23.30 kami tiba di Dermaga Karang Antu dimana KM. Permata Kana bersandar. Kapten Mumu beserta ABK menyambut sambil membantu memasukkan semua perlengkapan ke kapal. Tepat jam 00.00 diputuskan untuk berangkat. Tidak lupa kami berdoa agar diberi keselamatan lahir batin. Setengah jam perjalanan awal, kami gunakan untuk persiapan dan setting alat yang dibantu ABK. Selanjutnya, dimanfaatkan waktu untuk tidur mengingat perjalanan menuju spot awal sekitar 3,5 jam.

 

Tiba di lokasi

    Jam 03.30 kapal tiba di spot awal. ABK membangunkan kami satu persatu dan tim mulai menurunkan pancingan, berharap mendapat sambaran pertama pagi itu. “Busyett, ini timah ngga nyampe-nyampe ke dasar,” celoteh Yono yang pertama kali menurunkan pancingan. “Gila, gue udah pake J10 2 buah, tapi tetap kebawa sama arus,” jawab Irawan. Benar saja ternyata pagi itu kami tidak dapat mancing dasaran karena arus terlalu kencang. Bahkan Irawan dan Dendy sempat mencoba menggunakan konblok (batu untuk jalanan) sebagai timah, tetapi tetap terbawa arus. “Sabar bos, biasanya arus akan reda nanti jam 6-an” ujar ABK.

Danny dan Jimmy on Strike

Danny dan Jimmy on Strike

    Pagi itu, sebagian dari kami memutuskan kembali tidur sambil menunggu arus reda. Hanya Dendy, Irawan, Kusmanto dan Yono mencoba bertahan tetap mancing. Melihat arus kencang seperti ini, Dendy mencoba mancing dengan teknik koncer atas menggunakan umpan cumi utuh, berharap dapat sambaran lemadang atau cendro. Menit demi menit, jam demi jam, jam 06.30 arus masih saja kencang. Saat itu kapten akhirnya memutuskan pindah ke spot dangkal dan berharap disana arusnya lebih bersahabat.

Kusmanto dengan hasil tangkapan

Kusmanto dengan hasil tangkapan

    Perjalanan menuju spot kedua membutuhkan 1,5 jam. Selama perjalanan, lagi-lagi kami manfaatkan untuk tidur. Sesampainya di spot kedua, kami kembali menurunkan pancingan. Benar saja kata kapten, di spot ini arus lebih bersahabat, timah J8 2 buah dapat mencapai dasar. Kami kembali bersemangat untuk mancing. “Strike…!! “ teriak Danny memecah keheningan pagi itu. Ternyata sambaran pertama didapat oleh Danny. Tidak sampai 10 menit fight, ikan kuwe lilin ukuran 3 kg berhasil dinaikkan. “Waah, akhirnya ada yang strike, lumayan buat modal makan siang,“ celoteh Dendy. Tidak berapa lama, Tache yang saat itu lebih suka handline juga berhasil menaikkan kuwe lilin dengan ukuran hampir sama.

Danny on Strike

Danny on Strike

    Sementara yang lain mancing dengan teknik dasaran, Dendy mencoba peruntungan dengan teknik grandong. Benar saja, terjadi 2 kali sambaran tetapi ikan tidak berhasil dinaikkan alias mocel. “Wah, ini umpan ketiga yang saya pasang grandong, kali ini tidak boleh mocel lagi,“ gumam Dendy. Benar saja, selang setengah jam,umpan grandong berhasil hook up. “Berat bangett,” ujar Dendy. Terlihat pancingannya melengkung dan mengangguk-angguk tanda ikan sedang melawan. Sepertinya perlawanan ikan kali ini cukup hebat, terdengar dari beberapa kali ril menjerit. “Tenggiriii..!!” teriak ABK.

Tache on Strike

Tache on Strike

    Ya, sesosok bayangan putih panjang mulai muncul dari kedalaman. Memang benar ucapan ABK, seekor tenggiri ukuran 2 kg berhasil dinaikkan oleh Dendy. Yang menyebabkan pancingan terasa berat ternyata akibat dari pancingan Dendy tersangkut dengan 3 pancingan lainnya. “Lumayan, udah nyumbang tenggiri pagi ini,” ujarnya.

    Tepat jam 10.30 arus semula kencang berubah jadi arus mati. Timah J6 dapat tegak lurus menuju dasar tanpa perlawanan arus. Saat itu pula kami merasakan sambaran mulai sepi. Akhirnya kapten putuskan pindah spot lagi. Sesampainya di spot ke 3, kembali pancingan diturunkan. Di spot berkedalaman 60 meter ini terjadi arus mati. Sementara menunggu pancingan disambar, kami menikmati makan siang kuwe lilin goreng dan pindang yang dimasak ABK.

Dendy strike dengan ikan pari

Dendy strike dengan ikan pari

    Setelah itu mancing diteruskan lagi. Irawan dan Zalmami memutuskan untuk mancing dari bagian depan kapal. Takut kusut katanya. Benar saja, tidak berapa lama, kami melihat Zalmami fight dengan ikan menggunakan handline. Seekor kuwe lilin 2 kg berhasil dinaikkan. Selang setengah jam, Jimmy dan Danny mendapat sambaran hampir bersamaan. Pasangan bapak dan anak ini kelihatan memompa joran bersamaan. Selang beberapa menit, seekor kuwe lilin dinaikkan ke permukaan. Ternyata, tali pancing Jimmy dan Danny tersangkut sehingga seakan-akan terjadi double strike. Berikutnya, Tache juga berhasil menaikkan kuwe lilin.

 

Pindah spot lagi

    Jam 14.00, kapten mengajak pindah spot. Tidak sampai setengah jam kami tiba di spot ke 4. Kami turunkan pancingan. “Strikee..!” teriak Kusmanto. “Akhirnya berhasil narik juga,” celotehnya. Kali ini Kusmanto menaikkan alu-alu ukuran 2 kg, disusul juga Danny dengan menaikkan kuwe rambe ukuran 3 kg.

Dendy on Strike

Dendy mencoba mancing dengan teknik handline

    “Pak..pak…mau narik nggak,“ teriak ABK dari bagian depan kapal. Kesempatan itu dimanfaatkan Dendy untuk mencoba fight dengan teknik handline. Sepertinya kali ini ikan didapat cukup besar, karena sudah 15 menit ikan masih melakukan perlawanan dan terlihat berat. Benar saja, di menit ke 20, terlihat sosok abu-abu bulat timbul ke permukaan. “Ganco..ganco, pari tuh..!!”teriak ABK. Seekor pari 15 kg berhasil dinaikkan.

    Jam 15.00 arus kembali ada tetapi tidak kencang. Bersamaan dengan timbulnya arus, kali ini kembali Jimmy berhasil menaikkan kuwe lilin dengan handline. Sementara, Dendy memanfaatkan datangnya arus untuk mancing dengan teknik jigging. Lemparan demi lemparan dilakukan sampai akhirnya terjadi sambaran dan strike. Dendy terlihat fight kembali. Jorannya melengkung bagai huruf “U” terbalik menandakan ikan melakukan perlawanan. Tidak sampai 10 menit, Dendy berhasil menaikkan kuwe rambe ukuran 6 kg.

Foto bersama usai trip

Foto bersama usai trip diatas kapal dengan hasil pancingan di Pulau Tunda

    Jam 15.30 sepertinya sambaran sepi. Saat itu kami memutuskan untuk mengakhiri trip. Sebelum pulang menuju dermaga, kami sempatkan diri berfoto dengan hasil tangkapan. Memang, hasil yang didapat pada trip kali ini tidak banyak, tetapi kami bersyukur karena cuaca mendukung sehingga kami dapat pulang ke rumah masing-masing dengan kondisi sehat walafiat. Ya, Laut Pulau Tunda memang selalu memberi kesan dan sensasi tersendiri. Tentunya kami akan kembali lagi untuk trip berikutnya. Sampai jumpa.(dendy/foto:dok.dendy)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply