Muara Tawar : Strike Kakap Bakau & Ikan Dasar Lainnya

Muara Tawar

Kabarmancing.com, Bekasi - Suharto bersama rekan-rekannya yang tergabung di komunitas Ma Omah Fishing Club (MFC), Kota Bekasi kembali melakukan trip mancing. Kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk mengenal lebih dekat Perairan Teluk Jakarta, khususnya wilayah Muara Tawar, Kabupaten Bekasi. Mengingat di pemukiman nelayan ini Suharto (Sang Pengusaha Kuliner) memiliki sebuah perahu dan sebuah “sero” perangkap udang yang beliau percayakan kepada seseorang untuk dikelola berdasarkan saling menguntungkan.

Ikan lundu lagi

Ikan lundu lagi

    Ya, sebagai penggemar mancing yang bermukim di Bekasi, alangkah ironisnya apabila kita tidak mengenal lingkungan sekitar wilayah yang kita tempati, sehingga kami pun terpacu untuk segera mengeksplore potensi apa yang telah kami lihat tayangannya beberapa hari yang lalu di stasiun televisi swasta.

    Tentu teman-teman mengetahui dan sering mendengar beberapa deret nama-nama spot seperti, Muara Gembong dengan areal tambak budidaya bandeng dan udang yang banyak dihuni oleh para predator, Muara Blacan dengan kakapnya yang cukup sensasional yang sering diunggah (upload) di media sosial oleh para komunitas mancing, dan banyak lagi spot-spot yang sangat potensial bertebaran di wilayah Kabupaten Bekasi, belahan Utara.

 

Menuju lokasi

    Usai shalat Subuh, sekitar pukul lima lebih sedikit kami meluncur meninggalkan markas Ma Omah Fishing Club (MFC) di Jalan Lingkar Luar, Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi dan tak lupa menjemput penulis yang rumahnya tidak jauh dengan markas MFC, kemudian kendaraan terus melaju menorobos udara sejuk di pagi hari yang mulai ramai dengan beberapa angkot dan kendaraan-kendaraan lainnya juga sepeda motor yang akan beraktivitas ke tempat kerja. Rombongan trip mancing berjumlah enam orang yang terdiri dari, Suharto, Agus Sya’ban, Abah, Yudi, Mulyono dan Bagyo.

Strike ikan kakap dengan ukuran kecil

Strike ikan kakap ukuran kecil

    Untuk menuju lokasi memancing dari Perumahan Taman  Wisma Asri sesungguhnya banyak jalur/jalan untuk dapat sampai kesana, namun Sang Navigator” memberikan saran lebih baik melalui Pasar Babelan, Wates, Desa Buni Bakti, Desa Samudera Jaya, terus ke Kecamatan Taruma Jaya, belok ke kanan menuju Pelabuhan Perikanan Pantai, Pal Jaya, Bekasi. Perjalanan tidak memakan waktu lama, hanya memakan waktu 45 menit jika dibandingkan kita akan melakukan trip lewat Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara atau ke Tanjung Pasir, Desa Teluk Naga, di Kabupaten Tangerang sana.

    Sesampainya di pangkalan/dermaga perahu-perahu nelayan pantai, kami menyempatkan untuk sarapan pagi nasi uduk di warung Mpok Jenong yang cukup akrab dengan para pemancing yang selalu berlabuh dan singgah dari beranda warung yang menjorok ke sungai tempat para nelayan menambatkan perahu-perahunya di depan warung. Pasca sarapan pagi kami langsung berbagi personal menjadi dua rombongan atau dua kapal/perahu. Perahu yang di nahkodai Kapten Hammim terdiri dari Suharto, Abah dan Agus. Sedangkan pada perahu berikutnya di nahkodai oleh Kapten Kuntet, dengan penumpang terdiri dari Yudi, Bagyo dan Mulyono. Untuk ukuran perahu pantai memang sangat ideal apabila satu perahu terdiri dari empat orang termasuk kaptennya.

 

Ambil udang hidup

Ambil udang hidup

Suasana memancing

    Etape pertama yang kami tuju adalah memancing ikan-ikan pelagis yang berada di pertengahan air, yakni berupa berupa ikan kembung, tembang dan ikan kuro. Jarak tempuh kurang lebih empat mil laut. Sampailah kami pada spot yang kami tuju yakni pelampung-pelampung dari baja untuk menambatkan kapal-kapal besar apabila ingin berlabuh sementara sebelum memperoleh izin dari “Syahbandar” untuk boleh merapat di Pelabuhan Tanjung Priuk.

    Setelah berkeliling ke beberapa spot ternyata hasilnya sama alias nihil, jelas terasa bahwa arus laut di bawah tidak ada atau arus mati, kemudian kami pindah spot lagi dari bagan ke bagan yang telah mengalami kerusakan. Menurut pengalaman bahwa bagan-bagan yang telah terbengkalai biasanya banyak dihuni ikan kakap, jenaha, baronang dan ikan-ikan pinggir lainnya.

Si tompel pertamaku

Si tompel pertamaku

    Terdangar sayup-sayup azan Dzuhur, kurang lebih pukul 12 siang, Kapten Hammim mengisyaratkan untuk segera balik dan merapat menuju tepian yang berdekatan dengan deretan pohon-pohon bakau dan barisan patok-patok bambu yang dipagari oleh perusahaan yang telah mengkapling-kapling perairan pantai sehingga menghambat arus lalulintas perahu-perahu atau kapal-kapal nelayan berukuran menengah yang akan singgah untuk menjual ikan hasil tangkapannya.

    Arus mulai nampak ada pergerakan yang cukup berarti yang menunjukkan adanya air pasang naik menuju ke darat mengalir sangat cepat, ternyata inilah yang diisyaratkan oleh Kapten Hammim untuk segera merapat ke tepian berlindung atau berteduh di rerimbunan pohon bakau yang  berjajar rapi di tepi tambak.

Inilah hasil tangkapan kami

Ini hasil tangkapan kami

    Benar saja, tak berapa lama Abah terlihat melakukan strike seekor kakap bakau berukuran lumayan diikuti oleh Suharto, sementara Agus mencoba peruntungan dengan memancing mujair pada tambak yang berdampingan dengan laut. Di perahu kami pun tak kalah sibuk, Mulyono dan Yudi mencoba untuk ngoncer dengan udang hidup yang dilengkapi dengan pelampung besar telah kami siapkan. Sementara para anglers di perahu Kapten Kuntet, hasil tangkapan yang dihasilkan kebanyakan ikan dasar, diantaranya lundu, kerong-kerong dan ikan buntal. Berkali-kali Mulyono berupaya banyak tersangkut di barisan patok-patok bambu, demikian juga penulis, lontaran demi lontaran yang dihasilkan selalu cat fish dengan tambahan taji (patil) yang ada di punggungnya alias lundu lagi lundu lagi.

    Akhirnya, jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, terlihat Suharto melambaikan tangan tanda perburuan telah usai. Dalam perhitungan memang kami belum siap baik waktu, perlengkapan dan strategi, bagaimana cara memancing sang predator pantai yang efektif. Ya, kami memang masih perlu pembelajaran untuk meraih hasil yang maksimal. Sampai jumpa pada trip barramundi di hari yang akan datang.(sony wirawan/foto:dok.sony w)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. RanggaJanuary 26, 2017 at 5:12 pmReply

    Boleh minta kontak kapalnya pak ?

Leave a Reply