Strike Layaran & Tarikan Yellow Fin Tuna di Tengah Badai

SB 1

Kabarmancing.com, Malang, Jawa Timur – Nemo Fishing Club (NFC) asal Jakarta, kembali melakukan trip mancing laut dalam rangka explore di Pantai Tamban, Malang Selatan, Jawa Timur 13-14 Mei 2016 lalu. Anggota NFC yang ikut trip kali ini ada Royce Irandhy, Luki Haryanto, Zamrul, Benny Likumahua, Fadri Wijaya, Dennis Yulian, Feri dan Ilhamdi. Untuk menuju lokasi dari Jakarta sebagian dari mereka berkendaraan mobil yang berangkat tanggal 11 Mei menuju Pantai Tamban Malang Selatan sedangkan yang lainnya menggunakan kereta api menuju Malang.

    SB 3Tim yang menggunakan mobil sempat singgah di basecamp NFC di Boyolali, Jawa Tengah dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur. Tim ini tiba  di Pantai Tamban pagi hari 12 Mei dan esok harinya menjemput rekan mereka di Stasiun Malang dari Jakarta.

    Lokasi yang dituju kali ini Pantai Tamban spot Karang Tengah Timur Laut dan kapal yang digunakan katamaran lambung 2 berkapasitas maksimal 12 orang dengan fasilitas fishfinder, GPS dan life jacket. Untuk menuju spot memakan waktu 1 jam.

    Perjalanan yang melelahkan dari Jakarta sangat mengejutkan dan di luar prediksi mereka, ya, saat jam 5 pagi ketika sampai di Pantai Tamban semuanya tercengang melihat keadaan cuaca ombak di pinggir 2 sampai 3 meter dan tidak biasanya seperti itu, Setelah kami tanya sama nelayan setempat, ternyata cuaca berubah bertepatan saat kami tiba di Pantai Tamban, padahal satu hari sebelumnya laut kala itu flat, kami pun sepakat mengambil kesimpulan untuk casting di muara dan trip diundur jadi tanggal 14 Mei.

 

Menghadapi cuaca ekstrem

    Tanggal 14 Mei jam 4 pagi kami siap menuju spot. Ombak masih besar dan tidak bisa dipaksakan naik perahu kecil dari Pantai Tamban karena untuk menuju perahu katamaran yang akan kami gunakan harus memakai perahu jukung. Untuk keselamatan dan kenyamanan bersama akhirnya kami menuju TPI Dermaga Sendang Biru untuk dijemput. Untung lautnya flat karena tertutup Pulau Sempu.

    SB 13Sesampainya di Dermaga TPI Sendang Biru pukul 5 pagi, kami pun berdoa untuk keselamatan. Sekitar 1 jam sambil set piranti jiging kami tiba di spot Karang Tengah Timur Laut dengan kondisi cuaca ombak galur 3 meteran, dengan kapal katamaran sangat aman karena tidak terasa goyangan dari galur. Mulailah kegiatan memancing dengan teknik fast jig memakai metal jig 100 gram dengan kedalaman 120 meter.

    Tak lama kemudian Benny Likumahua mengawali strike kurisi, dilanjut strike oleh Fadri Wijaya masih jenis ikan kurisi. Tak lama kemudian double strike, Luki Haryanto dapat kurisi dan Feri ikan amberjack. Jam 12 siang arus mulai kencang, metal jig 300 gram tidak bisa sampai dasar, lalu kami putuskan istirahat dan makan siang.

    Jam 2 siang, arus berangsur kendor dan kembali tim memancing memakai metal jig 150 gram. Tak lama kemudian triple strike, Dennis Yulian strike jenis ikan ebek (rambe) tidak terlalu besar 5 kg-an, Ilham strike amberjack 5 kg-an dan Fadri Giant Travelly (GT) mata belo 5kg-an. 

    Tak lama kemudian strike kembali bertubi-tubi, Royce Irandhy, Zamrul, Luki Haryanto dan Fery, jorannya pun melengkung tajam, tapi tidak satu pun ikan bisa dinaikkan sepertinya ikan besar. Tak lama kemudian arus kembali kencang pukul 4 sore, kami pun pindah spot jigging di Selatan Sempu di spot Karangan. Cuaca mulai berubah, angin timur, ombak selatan dan arus barat, ombak mulai berbuih dan pecah, angin pun kencang dan awan mulai hitam bergaris beserta sambaran petir.   

SB 4

    Di saat suasana seperti itu, Feri strike, ikan pun melompat-lompat memutari kapal, terlihat ikan layaran di tengah badai, waktu kami tidak banyak karena badai sudah masuk, di tengah gelombang besar awan gelap gerimis dan berpetir kami berpacu dengan waktu dan semua terdiam dalam cuaca ekstrem. Pak Mul Tamban, sang kapten membawa kapalnya dengan sangat piawai. Feri pun berpacu dengan waktu saat strike layaran dan sekitar 15 menit akhirnya ikan layaran bisa ditaklukan namun dengan sangat menyesal ikan sudah kehabisan tenaga dan mengambang di air dan terpaksa tidak bisa kami release. Berat ikan layaran itu 26 kg.

    SB 6Setelah itu kapten langsung tancap gas dan setengah jam kemudian sampailah kami di TPI Dermaga Sendang Biru dan kembali ke Pantai Tamban tempat kami menginap. Hasil  hari pertama boncos tapi kami tetap bersyukur dan penasaran karena banyak metal jig digondol ikan. Hasil hari pertama dapat 3 kurisi ukuran sedang, 2 amberjack, 1 GT mata belo dan layaran.

 

Hari kedua

    Hari kedua, pukul 5 pagi kembali kami naik dari TPI Dermaga Sendang Biru dan kami tidak bisa naik dari Pantai Tamban karena cuaca masih ombak tinggi. Seperti biasanya kami berdoa bersama untuk keselamatan. Kembali kami ke spot Timur Laut Karang Tengah. Namun baru keluar dari Pulau Sempu disambut gelombang besar sekitar 6 sampai 7 meter, akhirnya sang kapten memutuskan memancing di spot terdekat hanya berjarak 1,5 km dari bibir pantai kedalaman 150 meter. Sampai di spot dengan teknik fast jig, Zamrul mengawali strike pertama amberjack 7 kg metal jig 150 gram, disusul ABK Wiwi strike tenggiri 8 kg metal jig 120 gram.

    SB 5Sang kapten Pak Mul dengan teknik jeblug atau dasaran handline dengan umpan filet lemuru sampai dasar langsung strike, tak disangka amberjack 5 kg up berhasil ditaklukan Pak Mul. Di tengah cuaca yang setiap jamnya berubah-ubah tak menentu dan ekstrem salah satu kawan kami mulai merasakan mual-mual yang akhirnya jackpot juga.

    Kembali tim kami triple strike oleh Luki Haryanto dapat kurisi sedang, Feri dapat amberjack 2 kg, Fadri Wijaya kurisi 4 kg up. Jam 11 siang cuaca semakin parah terkadang ada salah satu gelombang besar sampai 8 meter, namun tak disangka dalam cuaca ektrem seperti itu Royce Irandhy strike, joran pun melengkung tajam ke bawah berusaha untuk menaikkan ikan perlawanan yang sangat sengit. Ikan perlahan naik dan ternyata yellow fin tuna sekitar 40 kg up, namun ikan berbalik arah kriiiiiiiikkkkkkkkk habislah PE 5 spining 300 meter, tarikan yang sangat luar biasa.

    Lima menit kemudian Feri mengalami hal yang sama ril over head isi 400 meter pun habis, tak lama kemudian sekitar 5 menitan kembali Royce mengalami hal sama, hanya merasakan tarikan yellow fin tuna yang luar biasa. Sang kapten tak menyangka yellow fin tuna bisa sedekat ini hanya 1,5 km dari bibir pantai biasanya spot rumpon yellow fin tuna di Pantai Tamban jarak 28 mil baru ada.

Foto

Foto dengan layaran setibanya di darat

    Karena cuaca semakin parah, ombak semakin besar dan kami selalu mengutamakan keselamatan akhirnya memutuskan untuk menyudahi trip ini dan kembali ke darat jam 1 siang. Ya, cuaca ekstrem di Pantai Tamban luar biasa mengingatkan kita akan kuasanya Tuhan

    Selasa 17 Mei, kami pun kembali ke Jakarta. Kami atas nama Nemo Fishing Club Jakarta, mengucapkan terimakasih atas doa dan restu dari anggota FB Nemo Fishing Club dan terimakasih juga kepada Ronson Fishing, IMM Fishing Shop dan kabarmancing.com yang selalu men-support kegiatan NFC Jakarta.(nemo fishing club/foto:dok.nfc)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. royceJune 1, 2016 at 1:05 pmReply

    Trip luar biasa

Leave a Reply