Sumbawa : Luar Biasa, Panen Dogtooth di Sekonci. Strike Teruuus

Sumbawa 3

Penampakan ikan dogtooth hasil pancingan kami di Sekonci, Sumbawa

Kabarmancing.com, Sumbawa, NTB – Minggu lalu dari tanggal 11 s/d 15 Agustus 2016, Kang Ito trip mancing laut di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ya, sejak satu bulan lamanya beliau sudah mempersiapkan diri untuk trip yang sangat jauh dari Jakarta. “Sudah lama saya ngga turun ke laut. Trip Sumbawa bagi saya bikin kangen ketika masih turun ke laut beberapa tahun lalu,” ujarnya kepada kabarmancing.com saat berbagi cerita usai trip.

Tinggal kepaka

Ikan yang saya peroleh dimakan ikan lainnya dan tinggal kepalanya saja

    Saat keberangkatan 11 Agustus 2016 dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, ada 2 rekan Kang Ito dari Tim Maguro, Ade dan Slamet sedangkan rekan lainnya Tole M Top sudah menunggu di Sumbawa. Rute penerbangan menuju lokasi dimulai dari Jakarta Lombok kemudian dilanjut lagi Lombok ke Sumbawa, tetap menggunakan pesawat terbang.

    Singkat cerita, selama memancing disana, 2 malam tim menginap di hotel yang lokasinya dekat dengan Bandara Sumbawa. Setelah mempersiapkan segala sesuatunya terutama piranti yang akan digunakan, tim langsung menuju dermaga. Karena kebiasaan mancing di Sumbawa malam hari, maka hari itu berangkat siang hari jam 10 pagi dan butuh waktu 5 jam menuju spot.   

Kang Ito

Kang Ito dengan hasil pancingan

    Menurut Tole, mereka akan mancing di spot utara Pulau Sumbawa Besar, di daerah Sekonci. Jarak dari pantai ke spot sejauh 49 mil, kurang lebih 5 jam perjalanan. Dengan menggunakan kapal nelayan Srikandi ukuran kapal 2 x 13 meter dan tidak ada fasilitas khusus di dalam kapal kecuali GPS dan sonar yang hanya mampu untuk kedalaman 100 meter, kapal mulai melaju meninggalkan daratan.

    Siang hari setelah semua perlengkapan siap, kami berangkat ke spot Sekonci, karena searah dengan angin, maka ke spot lebih cepat. Saat kami berangkat keadaan cuaca cukup bagus, alunan ombak kurang lebih 1 meter dan kecepatan angin normal, tetapi menjelang sore/malam hari angin mulai kencang dan ombak tinggi. Selama dalam perjalanan menuju spot kami manfaatkan untuk istirahat dan tidur. Rencananya kami hanya mancing di satu spot namanya Pulau Sekonci yaitu Gosong Pasing yang menonjol di tengah laut di laut utara Sumbawa dengan kedalaman air 60 – 150 meter.

 

Full jigging

    Sesampainya di lokasi yang dituju, sekitar jam 4 sore kami mulai bersiap bertempur berburu ikan-ikan laut Pulau Sumbawa. Menurut Tole, kebiasaan di Sumbawa untuk mancing mereka menggunakan umpan tongkol iris atau ikan lemur, tapi kali ini kami menggunakan jig 60 – 120 gram dan teknik mancing yang digunakan full jigging dengan kedalaman laut atau spot yang dipancing kedalamannya top 40 drop sampai 400 meter.

    Sumbawa 6Dari awal kami jigging strike bertubi-tubi mulai dari baby dogie, kerapu, cablak dan laninnya. Tiba-tiba lagi ramai-ramainya strike ikan disambar oleh ikan yang lebih besar alhasil terjadilah triple strike, dogtooth atau dogie pertama naik tapi sisa kepalanya saja, dogie kedua sekitar 15 kg dan dogie ketiga kurang lebih 20 kg. “Awal saya mencoba mancing dasar menggunakan umpan ikan lemuru sampai di dasar langsung disambar ikan kerapu lodi 2 ekor dengan berat kurang lebih 1 kg. Setelah itu saya langsung ganti jig 120 gram,” ujar Kang Ito. Ya, tutur Kang Ito reaksinya ketika ikan menyambar umpan untuk pertama kalinya begitu jig turun dikedalaman 70 meter langsung disambar ikan.

makan

Asiknya makan bareng 

    “Fight beberapa menit langsung berasa enteng ternyata ikan yang saya peroleh di makan ikan lainnya, sampai diatas tinggal kepalanya doang,” lanjut Kang Ito sambil tertawa.  Kejadian ini juga dialami oleh Slamet bahkan ikan dogtooth kurang lebih seberat 10 kg dimakan ikan saat ia fight, sampai diatas tinggal kepalanya saja. Yuri juga berhasil strike ikan tuna dogtooth 30 kg, Kang Ito 20 kg, yang lain antara 5-10 kg. Selain itu ikan-ikan lainnya yang didapat oleh tim ada GT, kurisi, kerapu lodi, cakalang, lencam, tongkol dan lainnya.

   Setelah matahari terbenam dan genset kapal dinyalakan kami istirahat sambil makan malam. Setelah makan lanjut strike dan ikan mulai ramai, sayang tengah malam angin tenggara lumayan kencang jadi kapal geser ke spot dangkal, akibatnya tidak terlalu bagus buat jigging,walaupun ikan mata belonya rame dan strike dogie juga.

Srahkan

Sumbangkan hasil pancingan ke panti asuhan

    Selama mancing, kami hanya mancing di satu spot saja, yang disebabkan di lokasi itu banyak ikan dari berbagai jenis. “Kami hanya mancing di satu spot dan tidak pindah-pindah, sebenarnya semua spot masih luar biasa bagus cuma kendala di cuaca saja,” terang Kang Ito. Namun tambahnya, selama mancing hampir semua rekan-rekannya mabuk laut, karena ombak dan angin cukup besar. Akibatnya mereka full mancing hanya kurang lebih 3 jam, selanjutnya tidur.

    Dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat, dan sesuai dengan jadwal, maka trip ini disudahi dan kembali ke darat. “Subuh angin tambah kencang dan diputuskan untuk angkat jangkar dan langsung pulang ke Sumbawa,” terang Tole.

    Sesampainya di darat ikan hasil pancingan yang didapat ada yang kami bagikan ke teman-teman, nelayan, ada yang dimasak dan disantap bersama, sebagian ikan lainnya kami bawa ke panti asuhan. Ya, trip Sumbawa memang menantang dan mengasikkan. Semoga di lain waktu kami bisa kembali.(seperti diceritakan kang ito & tole kepada kabarmancing.com/foto:dok.kang ito)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply