Mata Pancing : Ekspedisi Cadas Hulu Sungai Kapuas

mp-putusibau

Mata Pancing MNCTV, Putussibau, Kalimantan Barat – Trip Mata Pancing berikutnya menyuguhkan serunya Lita dan Insane Fishing Club menembus hulu pedalaman Sungai Kapuas untuk berburu ikan-ikan predator air tawar dan menerjang ganasnya jeram-jeram sungai untuk menuju spot potensial. Bagi Tim Mata Pancing yang terdiri dari Muhdi, Yoga dan Lita serta Insane Fishing Club begitu asiknya bertarung menaklukkan hampala air gambut serta serunya menaikkan ikan bagarius yang diburu para pecinta olahraga memancing.

    Ceritanya, beberapa waktu lalu perjalanan mencari ikan-ikan predator air tawar dimulai dari Kota Putussibau yang ditemani rekan-rekan pemancing dari Putussibau. Kami pun mulai memindahkan semua peralatan dan logistik perbekalan keatas longboat. Setelah selesai mengurus berbagai keperluan, longboat meninggalkan Dermaga Putussibau. Perjalanan menuju spot utama membutuhkan waktu sembilan jam.

    logo-baru-mata-pancingSelama di perjalanan kami disuguhi berbagai pemandangan hijaunya pepohonan sekitar Sungai Kapuas dan gemericik air yang menghidupi hampir sebagian warga di Kalimantan ini. Ya, Kalimantan atau Borneo merupakan salah satu paru-paru dunia dengan semua jenis hutannya yang ada di dalamnya. Keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya masih menjadikan hutan di Kalimantan sejajar dengan Hutan Amazon di Amerika Selatan.

    Menjelang malam, kami mampir ke salah satu kampung Adat Dayak dan meminta izin untuk memasuki hutan adat Suku Dayak. Kami disuguhi berbagai acara selamat datang, mulai dari potong kayu hingga tari-tarian adat. “Di kampung ini kami disambut bak saudara baru dari jauh, sungguh sambutan yang memberikan pengalaman akan kearifan lokal masyarakat Dayak,” ujar Lita.

    Pagi keesokan harinya, kami menuju satu spot potensial untuk berburu hampala. Dengan piranti yang dipersiapkan, teman-teman pemancing langsung melemparkan lure-lure andalannya. Kami memancing dengan teknik drifting yakni memancing dari atas kapal, sementara untuk pergerakan kapal menggunakan tenaga para pendayung maupun mesin yang dihidupkan dengan perlahan. Dengan teknik ini kami bisa menjangkau tempat-tempat yang sempit yang banyak terdapat di pinggir sungai.

Disambut dengan tarian Dayak

Disambut dengan tarian Dayak

    Keberuntungan pertama menjadi milik Ardian Armanto, Yess…strikeeee. Seekor ikan berhasil hook up di lure andalannya. Joran bese-nya tampak melengkung menahan pertarungan dengan ikan. Dan akhir pertarungan dimenangkan pemancing asal Pontianak ini. Pesta selanjutnya menjadi milik Steven. Percobaannya melempar lure ke tengah air hitam berbuah strike. Dengan sabar pemancing asal Jakarta ini memainkan ril-nya. Usahanya tak sia-sia seekor hampala anded. Dari kapal sebelah, umpan Benny sukses disambar, dengan cekatan pemancing asal Putussibau ini memainkan jorannya untuk mengimbangi pergerakan ikan. Tak menunggu terlalu lama akhirnya seekor hampala menyerah di ujung mata kailnya.

    Kemudian tidak disangka dari tengah kapal terdengar teriakan strrikkee. Rupanya umpan Andy Wijaya berhasil hook-up. Tanpa banyak membuang waktu ril dengan cepat digulungnya untuk segera menaikkan ikan keatas kapal dan seekor hampala sukses mendarat di kapal.

 

Menuju hulu kapuas

    Serunya ekspedisi ke pedalaman hulu Sungai Kapuas ini dilanjutkan kembali. Setelah puas berburu hampala di perairan sungai air gambut, perjalanan dilanjutkan ke arah hulu Sungai Kapuas. Dengan menggunakan 4 longboat, kami mulai menyusuri perairan Sungai Kapuas yang penuh dengan jeram-jeram deras dan berbatu cadas. Untuk menuju arah hulu Kapuas diperlukan kondisi kapal dan kru yang prima. Untuk melewati satu jeram diperlukan kerjasama tim yakni antara juru mudi dan penunjuk arah yang ada di depan kapal. Juru mudi bertugas mengendalikan mesin tempel sedangkan penunjuk arah memberikan peringatan jalur-jalur yang bebas dari batu-batu besar di depan longboat.

Andi Wijaya

Andi Wijaya dari Insane Fishing Club

    “Perjalanan ini sungguh memberikan saya sebuah pengalaman baru dalam menjelajah alam. Perasaan berdebar saat melintasi jeram-jeram adalah sebagian sensasi yang coba saya nikmati di perjalanan ini,” papar Lita. Ya, kami, kru dan juga para pemancing harus terus waspada dengan keadaan sekitar. Kami harus terus memperhatikan setiap instruksi dari para pemandu dan harus berpegangan erat pada badan longboat yang melaju diantara jeram-jeram berbatu tajam agar jangan sampai terjatuh.

    Di beberapa jeram yang dangkal para guide harus turun dari longboat, mereka akan bekerjasama mendorong boat untuk melewati jeram. Dan akhirnya sampailah kami di salah satu jeram yang cukup tinggi. Semua penumpang, peralatan memancing dan perbekalan harus turun dari longboat. Semua barang diangkut lewat bukit bebatuan menuju hulu dan longboat akan didorong beramai-ramai oleh para kru melintasi jeram.

    “Satu persatu boat dipindahkan para pemandu. Saya terkesima dengan apa yang sudah dilakukan para pemandu. Sebuah pemandangan yang membuat saya memberikan acungan dua jempol kepada para pemandu lokal,” jelas Lita terkesima. Akhirnya keempat longboat berhasil melewati jeram tinggi. Satu persatu barang perbekalan dan peralatan dinaikkan kembali keatas boat dan perjalanan ke arah hulu dilanjutkan.

    mp-putusibau-3Di perjalanan masih ada beberapa jeram lagi, meskipun tidak terlalu deras cukup membuat adrenalin meningkat. Sempat terjadi insiden di salah satu jeram, salah satu boat pengangkut logistik terbalik, karena sedikit kesalahan saat mengantisipasi batuan di sekitar jeram. Beberapa perbekalan konsumsi kami hanyut dan hilang ditelan derasnya arus. Setelah memastikan barang-barang yang bisa diselamatkan dari boat perjalanan diteruskan kembali.

    Menjelang siang sampailah kami di salah satu spot yang menjadi andalan pemandu. Beberapa ikan di spot ini adalah hampala, mahseer dan bagarius. Usai mendapat instruksi dari pemandu, kami langsung memainkan joran. Teman-teman mencoba bermain di arus deras dengan melemparkan lure-lure andalannya. Keuntungan pertama milik Andi Wijaya. Percobaanya dengan lure singking sukses mengecoh ikan di dasar sungai. Tanpa banyak membuang waktu pemancing asal Jakarta ini memaksa ikan segera menepi di pinggir sungai. Yeeesss, akhirnya seekor bagarius sukses diangkatnya.

    Strike selanjutnya menjadi milik Adit. Lemparan lure-nya ke arus deras berbuah strike. Dengan perlahan ril bece-nya terus digulung untuk menaikkan ikan. Dan pertarungan berakhir dengan landed-nya seekor hampala oleh pemancing asal Kota Khatulistiwa ini. Ya, begitu serunya berburu ikan-ikan endemik di perairan Sungai Kapuas.

Menikamti ikan bakar hasil pancingan kami

Andi dan Lita menikmati ikan bakar hasil pancingan 

    Info yang kami peroleh, masyarakat Suku Dayak biasanya menggunakan umpan hidup dan biji-bijian untuk berburu ikan bagarius dan teknik memancing digunakan dengan teknik dasaran. Setelah mendapatkan umpan kami segera melemparkannya ke dasar sungai. Dengan menggunakan joran pinjaman dari pemandu, umpan Lita sukses dihajar ikan..….Yess…Fish on. Dengan susah payah Lita mencoba memainkan joran yang jarang ia gunakan dan seekor bagarius menyerah di ujung mata kailnya.

    Pesta strike masih berlanjut, kali ini giliran umpan dasaran Steven disambar ikan. Perlahan-lahan jorannya terus dimainkan untuk memaksa ikan segera naik ke permukaan. Seekor bagarius pun menyerah pada pertarungan dengan pemancing asal Jakarta ini. Menjelang sore, kami bersama pemandu beristirahat di salah satu pinggir sungai. Para pemandu mulai menyiapkan berbagai keperluan untuk makan, memasak air untuk membuat kopi, menanak nasi dan menyiapkan ikan untuk disiangi. “Hasil tangkapan diolah menjadi menu makan,” ujar Andi Wijaya. Ya, ikan hasil tangkapan sebagian dimasak dengan cara dibakar dan digoreng. Aroma sedapnya pun sudah menggoda hidung. Sembari menunggu makanan matang, kami berbincang-bincang dan bersenda gurau dengan para pemandu.

    Setelah beberapa saat akhirnya menu makan sudah tersedia. Kami menyantapnya dengan lahap. Sungguh pengalaman tiada duanya, meski dengan menu sederhana dan berada di tengah hutan Kalimantan menu ikan ini terasa sangat lezat sekali. Tak hanya kami, teman-teman pemandu juga lahap sekali.

    Terima kasih tuhan, terima kasih teman-teman pemandu. Mata Pancing Yeess.(tim mata pancing/foto:dok.mata pancing)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply