Mengulas Secara Detail Penyakit Atau Virus Pada Ikan Mas

Berita Utama K

Kabarmancing.com – Mungkin masih banyak yang belum mengetahui tentang penyakit atau virus pada ikan mas. Ikan yang satu ini selain di konsumsi dengan rasanya yang begitu lezat juga kerap digunakan untuk kolam pemancingan. Namun ada pula pengelola kolam pancing yang belum mengetahui secara detail penyakit dan virus apa saja yang ada pada ikan mas tersebut.

    Ya, ikan mas dalam kondisi kurang sehat tentu akan mempengaruhi keluwesannya atau kelincahannya saat dipancing dan tentu si ikan akan mogok makan. Kalau sudah begitu, otomatis si pemilik dan pengelola kolam akan menerima kritikan atau ocehan yang tidak mengenakkan serta omelan dari para pemancing.

    Nah, untuk mengetahuunya secara rinci maka yang perlu diperhatikan oleh para pengelola pemancingan adalah datangnya virus atau penyakit tersebut. Pengetahuan ini perlu dimiliki oleh pengelola untuk mengantisipasi agar virus atau penyakit ini bisa dicegah sebelum menular ke ikan-ikan lainnya.

    Beberapa penyakit umum yang biasa ditemui pada ikan mas adalah sebagai berikut :

 

1. Bintik Putih (White Spot)

Gejala : Pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada di sekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air. 

Pengendalian : Direndam dalam larutan methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.

 

2. Bengkak Insang dan Badan (Myxosporesis)

Gejala : Tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan. 

Pengendalian : Pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2, biarkan selama 1 – 2 minggu.

 

3. Cacing Insang, Sirip, Kulit (Dactypogyrus dan Girodactylogyrus)

Gejala : Ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang.

Pengendalian : Direndam dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam. Hindari penebaran ikan yang berlebihan.

 

4. Kutu Ikan (Argulosis)

Gejala : Ikan menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).

Pengendalian : Ikan yang terinfeksi direndam dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit.

 

5.Jamur (Saprolegniasis)

Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.

Gejala : Tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.

Pengendalian : Direndam dalam larutan malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit.

 

6. Lernea

Gejala : Penyakit ini berbentuk seperti tongkat yang menempel pada tubuh ikan.

Pengendalian : Untuk menjaga agar tidak timbul berbagai penyakit diatas, sebaiknya lakukan penggaraman ke dalam kolam setiap seminggu sekali. Takarannya  3 ons garam untuk 1 kibik air. Selain penggaraman, lakukan juga pengapuran. Kapur yang dipilih adalah kapur pertanian yang tidak bereaksi kimi. Kapur ini banyak dijual di toko-toko bibit atau pupuk.

    Dari penjelasan tersebut, yang penting harus dilakukan pengelola adalah melakukan pengeringan terhadap kolam pemancingan itu. Hal ini wajib dilakukan minimal setahun sekali. Saat pengeringan inilah, lakukan pengapuran dan jemur dasar kolam selama seminggu.(deni/foto:dok.kabarmancing.com)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply