Betawi Ghiroh Mancing : Juara Itu Biasa, Silaturahminya yang Luar Biasa

Kabarmancing.com. Lenteng Agung, Jakarta Selatan – Komunitas satu ini cukup menarik untuk diulas. Ya, namanya Betawi Ghiroh Mancing atau disingkat BGM. Ghiroh sendiri dalam bahasa Betawi artinya demen atau suka. Itulah mereka namakan karena orang-orang yang ada disitu suka banget mancing. Ya, dengan membawa nama Betawi jelas Oge (salah satu pendiri), 80 persen yang tergabung di dalamnya warga Betawi, tetapi ada pula diluar orang Betawi. “Kami mempersilahkan siapa saja boleh ikut di komunitas ini, tidak hanya Betawi saja, diluar orang  Betawi silahkan saja dan kami terima dengan tangan terbuka,” ungkap Oge semangat.

    Bermula dari Mehyudin dengan panggilan Oge, beliau menyampaikan hal itu kepada teman-temannya orang Betawi yang suka mancing. Alhasil dengan bergabungnya Bang Bob, Bang Karto Roy dan Effendi selanjutnya dibentuklah komunitas BGM. Semakin hari komunitas ini semakin ‘hidup’ dan eksis sampai sekarang. Untuk memaksimalkan jalannya roda komunitas, Oge bersama para penggeraknya selalu rutin mengadakan kopi darat (kopdar) bersama rekan-rekan BGM di Jabodetabek. Mulai dari kopdar dan mancing bersama sejak berdiri Juni 2018 dilakukan di lokasi berbeda di minggu kedua setiap bulannya. Untuk keenam kalinya, Sabtu, 12 Januari 2019 kemarin BGM kumpul dan mancing lagi yang berlangsung di Pemancingan Bambon, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    Bambon yang menyiapkan 56 lapak hari itu sudah diduduki para anggota. Dengan tiket Rp 160 ribu perlapak satu joran, sebagian anggota yang berkesempatan ikut di kegiatan ini mulai memadati lapak masing-masing. Ya, dari laporan Oge, ini baru segelintir anggotanya saja yang hadir dan masih banyak lagi tidak bisa ikut disebabkan lapak di Bambon terbatas. BGM selalu membandrol tiket sebesar Rp 150 ribu s/d Rp 200 ribu di setiap kegiatan mancing bulanan. “Kalau kami main 40 lapak tiketnya Rp 200 ribu, kalau main 60 lapak tiketnya Rp 150 ribu. Tujuannya dengan tiket murah meriah ini seluruh anggota koceknya terjangkau dan bisa merasakan ikut mancing bareng,” sambung Oge.

    Asiknya lagi, setiap dalam kegiatan mancing bareng ini anggotanya selalu membawa makanan untuk disantap rame-rame, ada tape uli, kue basah,kue kering, roti, lauk pauk dan masih banyak lainnya. Menurut Oge dan Bob, ini adalah bentuk spontanitas dari para anggota di setiap kegiatan mancing dengan membawa makanan masing-masing lalu dikumpulkan dan disantap bareng-bareng. “Tidak ada aturannya untuk membawa makanan dan kami tidak menyuruh mereka untuk membawa makanan tapi merekalah di setiap kegiatan selalu membawanya, kemudian kami kumpulkan dan makan sama-sama. Disinilah kenikmatannya terasa sekali, ” ujar Oge yang didampangi Bob di sebelahnya sambil menceritakannya kepada kabarmancing.com.

    Dengan motto ‘Juara Itu Sudah Hal Biasa, Silaturahmi Adalah yang Luar Biasa‘ jadinya event tersebut pun tampak enjoy dan santai. Tidak ada yang serius untuk memenangkan lomba. Bagi BGM kumpul dan mancing bareng momennya luar biasa sekali. Selain setiap bulan bisa kumpul, hari itu benar-benar mereka puaskan untuk mancing, tertawa bareng dan senang-senang. Ditambah lagi selain mancing, diluar itu BGM juga selalu berbagi ke anak yatim, bakti sosial dan menjaga silaturahmi sesama keluarga anggotanya.

    Dari keterangan Oge, ikan yang turun 130 kg rame dan induk 15 kg. Tidak ada sponsor, semuanya bahu membahu atas suksesnya jalannya lomba. “Suasana seperti ini yang kami suka, semuanya kumpul dan hadir tanpa melihat profesi,” tambah beliau. Ya, sesekali logat Betawi yang dikenal nyablak dan ceplas ceplos terdengar dan tidak ada yang dimasukkan ke hati.

Oge (pendiri BGM)

    Jam 12 siang mancing bersama dihentikan, semuanya angkat joran dilanjut makan siang yang disiapkan. Usai makan siang jam setengah satu dilanjut lagi. Perut sudah kenyang mancing pun tambah semangat apalagi diturunkan ikan rame berikutnya. Ada yang sudah dapat ikan ada pula belum alias zonk. Bila ada belum strike maka ocehan saling ledek dan canda muncul dan terdengar di sekeliling kolam.

    Jam 4 sore mancing bareng dihentikan kemudian panitia menyebutkan siapa saja nama-nama yang masuk menjadi juara. Walau pun hadiah uangnya tidak besar namun bagi pemenang bukan itu yang dicari, tapi silaturahminya sesama teman-teman BGM paling utama dan bisa ketawa ketiwi di momen ini. Sukses untuk BGM.(rambe/foto:dok.kabarmancing.com-bgm)

  • Induk 1 / Syarief / Lapak 29 / 1,6 Kg / Rp 700 Ribu
  • Induk 2 / Udin / Lapak 03 / 1,4 Kg / Rp 500 Ribu
  • Induk 3 / Bari / Lapak 32 / 1,2 Kg / Rp 300 Ribu
  • Total Lapak Kecil / Nurani / Lapak 04 / 37 Ekor / Rp 160 Ribu
  • Total Lapak Besar / Mandi / Lapak 55 / 17 Ekor / Rp 160 Ribu
example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply