‘Gerakan Angler Peduli Banten–Lampung’ Serahkan Bantuan Korban Tsunami

Penyerahan sumbangan dan bantuan di daerah Sumur, Pandeglang, Banten

Kabarmancing.com, Banten – Musibah terjangan Tsunami yang melanda Selat Sunda hingga menyebabkan sebagian wilayah Provinsi Banten dan Lampung Selatan menyisakan duka mendalam. Bahu membahu masyarakat di seluruh tanah air berjibaku mengumpulkan dana berikut sumbangan dalam bentuk barang seperti obat-obatan, pakaian layak pakai, mie instant, susu bayi dan lainnya untuk para korban.

Berkunjung ke Posko Dapur Umum di Tanjung Lesung, Banten

    Data yang dikutip kabarmancing.com dari BNPB tertanggal 31 Desember 2018 tercatat 437 orang meninggal dunia, 16 orang hilang dan 14.059 mengalami luka-luka dan 33.721 mengungsi. Tidak hanya itu, data lainnya jumlah bangunan rusak 2.752 rumah dan 92 penginapan atau warung. Untuk alat transportasi sebanyak 510 perahu dan kapal, 147 kendaraan serta dua fasilitas dermaga dan shelter juga mengalami kerusakan. Bahkan tercatat ada 5 kabupaten mengalami kerusakan, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus. Untuk wilayah Pandeglang sendiri termasuk terparah dengan jumlah orang tewas atau meninggal dunia paling terbanyak. 

Tim menyerahkan bantuan mie instant kepada salah satu korban bencana

    Untuk meringankan beban para korban yang terkena hantaman tsunami yang begitu dahsyat yang terjadi Sabtu malam 22 Desember 2018 lalu akibat longsoran Gunung Anak Krakatau yang berdampak di wilayah Banten dan Lampung Selatan, para pemancing dari berbagai komunitas mancing, produk umpan pancing, toko pancing, kolam pemancingan, media mancing online dan masyarakat umum yang menamakan ‘Gerakan Angler Peduli Banten – Lampung’ bersatu padu menggalang bantuan untuk disumbangkan kepada para korban bencana. Ya, begitu gerakan ini digulirkan lewat media sosial, sontak mereka pun langsung tergerak bahu membahu tanpa di komando segera menggalang bantuan yang diprakarsai oleh Mancing Mania Lovers (MaMaLo).

Serahkan bantuan ke Posko Dapur Umum BazNas di Tanjung Lesung

    Kusmanto Kisman selaku Pendiri dan Penasehat MaMaLo membuka posko di berbagai wilayah Jabodetabek dengan berpusat di posko utama di kediaman beliau di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Sejak dibuka tanggal 23 Desember 2018 lalu dan disebarluaskan melalui media sosial, grup WA, instagram, facebook dan twitter, tidak disangka para angler, umpan pancing, toko pancing dan banyak lainnya sangat antusias ikut menyumbang.

    Dari beberapa posko bantuan di Jabodetabek hingga tanggal 30 Desember pukul 00.00 sudah masuk lebih dari 39 kantong plastik ukuran besar berupa pakaian bekas layak pakai pria dan wanita juga anak, 20 dus mie instan, 2 dus minyak goreng isi 60, 8 dus pampers, 4 dus pembalut wanita, 3 dus isi sembako, 5 dus pakaian dalam pria dan wanita baru, 4 dus selimut dan handuk baru, 1 karung beras isi 25 kg, 3 kantong beras isi 5 kg, 1 slop rokok, 2 dus pakaian anak baru, 3 karpet dan masih banyak lainnya.

Warga pengungsi dengan wajah gembira menerima bantuan

    Bukan pemancing saja memberikan sumbangan tapi masyarakat umum ikut menyumbang seperti disebutkan diatas dengan datang langsung ke posko-posko yang ditunjuk untuk menyerahkan bantuan. “Luar biasa banyak sekali yang menyumbang. Kami tidak menyangka seperti ini. Alhamdullilah semoga apa yang kami wujudkan ini menjadi berkah bagi yang ikut membantu saudara-saudara kita di Banten dan Lampung dan meringankan beban saudara-saudara kita serta memberikan harapan-harapan baru kepada mereka,” ujar Kusmanto.

Kusmanto Kisman (kiri) serahkan bantuan kepada Yayasan Al’Inayah di Serang, Banten 

    Selama seminggu bantuan pun memenuhi posko. Agar penyaluran bisa secepatnya sampai ke tangan para korban bencana selanjutnya ‘Gerakan Angler Peduli Banten – Lampung’ posko Jabodetabek menuju lokasi bencana Minggu, 30 Desember 2018 kemarin. Sedangkan dari posko lainnya di Purbalingga, Jawa Tengah sampai berita ini diturunkan masih menggalang bantuan dan akan menuju lokasi di minggu pertama Januari 2019.

    Tim MaMaLo yang berangkat ke lokasi dengan 6 mobil dipimpin langsung oleh Kusmanto, kemudian menuju Kabupaten Pandeglang, Banten, ke beberapa titik pengungsian hari Minggu kemarin diantaranya daerah bencana Kampung Camara, Kampung Legon, Kampung Citangkil, Kampung Caringin, Kampung Teluk, Kampung Pani’is, Tanjung Lesung, Sumur dan terakhir ke Yayasan Al’Inayah, Serang, untuk dibagi-bagikan.

    Para pengungsi sangat berterima kasih dan terharu atas sumbangan yang diberikan. Walau pun mereka masih di pengungsian tapi masih sempat mendoakan untuk teman-teman dari ‘Gerakan Angler Peduli Banten – Lampung’ agar selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang banyak. Seluruh bantuan dari penyumbang diterima oleh masyarakat dengan baik. Ya, selama satu hari bantuan tersebut diserahkan dan disalurkan di lokasi berbeda.

Tim MaMaLo foto bersama dengan warga pengungsi usai memberikan bantuan

    “Alhamdulilah, semuanya berjalan dengan lancar. Bantuan dari penyumbang yang kami terima akhirnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang terkena dampak korban tsunami. Saya ucapkan terima kasih yang mendalam kepada para penyumbang, semoga Allah membalasnya dan dilancarkan rezekinya.” papar Kusmanto senang.(bayu kmc/foto:dok.mamalo)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply