Indukan 6 Kg Up Bersaing Ketat di Event GT Mas Tirta Kencana

Kabarmancing.com, Purwokerto, Jawa Tengah – Siapa yang tidak kenal pemancingan galatama ikan kalper/tombro (mas) satu ini. Ya, Pemancingan Tirta Kencana yang beralamat di Dukuh Waluh, Purwokerto sudah dikenal para maniak mancing dari Purwokerto dan kota-kota lainnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    Untuk tetap eksis, event-event dengan tiket beragam pun kerap digelar Tirta Kencana dan tidak menyurutkan pemancing untuk datang, datang dan datang lagi. Di setiap event bulanan tiket selalu tersapu habis oleh pemancing. Pasalnya selain ikan makannya bagus dan juga besar-besar mulai dari ukuran 2 kg sampai 6 kg up dengan jumlah hampir mencapai 800 ekor, Anto si empunya kolam selalu bermain fair dan transparan dalam mengelola Tirta Kencana di saat lomba yang tujuannya untuk kepuasan pemancing.

    Di event berikutnya kembali digelar dengan tiket Rp 500 ribu perlapak satu walesan/joran + bonus kaos mancing mania. Event yang berlangsung Minggu, 30 September 2018 ini merupakan event rutin bulanan yang selalu diadakan dengan peminatnya terus membludak. Di event bulan ini tiket pun sudah terjual habis seminggu pra lomba. “Pesertanya datang dari kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dibandingkan peserta dari Purwokerto, lebih didominasi peserta luar kota,” jelas Anto memberitahu kabarmancing.com yang datang ke acara tersebut.

Berita Terkait : Event GT Kalper, Tirta Kencana Purwokerto. Umpannya Kapas. Seru Banget

    Lomba yang dimulai jam 11.15 siang sampai selesai jam 15.15 bermain seru dan menarik. Dengan bukaan lapak 50, setengah jam sebelum lomba peserta dibagikan kaos mancing mania dan mereka pun langsung mengenakan kaos tersebut. Dari laporan Anto kegiatan ini di support BajupromosiShop dari Jakarta dengan memberikan doorprize kaos.

    Selanjutnya, dari 50 peserta hadir tampak ada Ngudiyono seorang pengusaha wig dari Purbalingga yang namanya cukup dikenal di kalangan pemain galatama Jakarta dan ada pula Ki Sigit Adji Sabdopridjono atau dipanggil Sigit, seorang maniak mancing berprofesi sebagai dalang ternama yang tinggal di Purbalingga. Kedua pemancing itu pun dikenal akrab pemancing lainnya, pasalnya jika ada lomba di Jawa Tengah dan Yogyakarta keduanya selalu turun ikut serta.

Lapak penuh seminggu pra lomba

    Setelah undi lapak, Anto mengumumkan agar peserta menuju lapak masing-masing. Jam 11.15 lomba dimulai. Spontan peserta melempar umpannya yang tertempel di mata kail. Benar saja, baru satu menit berjalan lapak ke lapak sibuk strike dan tiban meniban berat ikan. Yang uniknya dari pantauan kabarmancing.com gaya mancing Purwokerto beda dengan Jakarta. Galatama seharusnya glosor disini malah menggunakan pelampung. Pesertanya pun tidak pakai ril dan joran yang dipakai gagangnya diganti kayu diukir dan ujung jorannya masih asli pabrikan.

    Ya, dengan menggunakan mata kail nomor 3 dan senar 0,20 ditambah kelosan sebagai pengganti ril justru membuat pemancing disana lebih cekatan saat fight dengan ikan. Sekuat tenaga semua peserta menarik senarnya menggunakan tangan tanpa sarung pelindung dengan sigap dan cepat. Umpan digunakan pun bebas hanya cacing dilarang. Pemancing pun enggan pakai essen dan pemakaian kroto diperbolehkan, bahkan umpannya pun pakai kapas seukuran pentol korek api yang disangkutkan ke kail. Luar biasa.

    Dari jam ke jam tarikan super terus merata di setiap lapak. Suasana kolam jadi rame bila ada peserta narik ikan kemudian dengan teriakan kencang orang kolam yang bertugas menyerok ikan lalu berteriak memberitahu Anto yang mencatat siapa saja peserta menarik induk dan ikan omset. Karena ikan diatas 6 kg up masih hilir mudik di kolam, incaran peserta masih terfokus kepada berat tersebut dan saling bersaing ketat. Selain induk terberat untuk 7 pemenang, ikan terbanyak atau omset jadi salah satu nominasi juara. 

Kusmanto dari BajupromosiShop Jakarta (kanan) menyerahkan hadiah kepada pemenang 

    Anto terus mengumumkan nama-nama juara sementara dan berat hasil tangkapan. Karena ini kolam galatama maka ikan super yang berhasil diangkat tidak boleh dibawa pulang dan harus dikembalikan lagi ke kolam. Mendekati jam 3 sore, Anto memberitahu beberapa menit lagi lomba akan usai. Tak lama kemudian lomba pun selesai. Hasilnya Ngalimun dari Purbalingga Juara 1 dan Juara 2 dengan berat ikan diatas 6 kg. Dari total hadiah yang ia terima jika digabung nilainya Rp 11 juta. “Indukan diatas 6 kg saling bersaing ketat dan tiban meniban. Alhamdullilah dari keseluruhan lomba berjalan lancar dan sukses,“ ujar Anto lega.(rambe/foto:dok.kabarmancing.com)

  • Induk 1 / Ngalimun (Purbalingga) / 6,92 Kg / Rp 7 Juta
  • Induk 2 / Ngalimun (Purbalingga) / 6,76 Kg / Rp 4 Juta
  • Induk 3 / Wawan (Banjarnegara) / 6,32 Kg / Rp 2 Juta
  • Induk 4 / Lulu (Banjarnegara) / 6,20 Kg / Rp 1,5 Juta
  • Induk 5 / Mono (Purwokerto) / 6,14 Kg / Rp 1 Juta
  • Induk 6 / Mr. Rendeng (Yogyakarta) / 6,12 Kg / Rp 600 Ribu
  • Induk 7 / Pak Te (Yogyakarta) / 6,10 Kg / Rp 500 Ribu
  • Omset Terbanyak 1 / Bobi (Purwokerto) / 45 Ekor / Rp 600 Ribu
  • Omset Terbanyak 2 / Mono (Purwokerto) / 35 Ekor / Rp 400 Ribu
example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply