Mengupas Seluk Beluk Ekologi Ikan Baronang (Rabbitfish)

Kabarmancing.com, Solo – Ikan baronang dari Suku Siganidae merupakan target para angler. Selain itu baronang juga sebagai ikan konsumsi yang laku keras dipasaran. Bahkan terdapat pula komunitas pemancing yang mengkhususkan baronang sebagai targetnya. Nah, untuk mengetahui sekilas tentang ekologi ikan baronang berikut ulasannya.

  Berita Terkait : Ikan Introduksi, Arus Globalisasi Yang Melanda Perairan Indonesia 

    Ikan baronang mempunyai banyak nama lokal diantaranya ikan bronang, tompel, samadar, madar, limaran, masadar, samar dan marang. Ikan ini dikenal di dunia sebagai ikan Rabbitfish karena bentuk mulut dan cara memakannya yang suka menggerogoti seperti kelinci. Di Australia ikan ini dikenal sebagai Happy Moment, karena para nelayan yang terkena duri ikan ini di tangannya akan menari-nari kesakitan di dek kapal, jadi menarinya seperti kegirangan atau happy moment padahal justru karena sakitnya.

 Berita Terkait : Mengenal & Memahami Pasang Surut dan Aktifitas Memancing di Laut

    Ya, memang baronang mempunyai andalan berupa duri sirip punggung dan dada yang beracun sehingga bila terkena tangan akan terasa sakit, walaupun setelah 30 menit rasa itu akan hilang dengan sendirinya. Namun, ada cara menghilangkan rasa sakit tersebut dengan cara merendam tangan yang terkena dengan air hangat.

    Di dunia terdapat lebih dari 20 jenis baronang dan sekitar 17 diantaranya terdapat di Indonesia. Ikan ini pun tumbuh maksimal sekitar 30-45 cm tergantung dari jenisnya. Ikan yang paling besar adalah jenis Siganus vermiculatus yang tumbuh sampai 45 cm panjangnya.

 

Habitat hidup

    Secara umum baronang hidup mulai dari muara sungai-sungai besar sampai di laut dengan kedalaman  1 meter s/d 50 meter dibawah permukaan laut. Ikan-ikan kecil biasanya terdapat di muara sungai, mangrove, daerah lamun (padang rumputan laut), daerah dermaga/pantai dan daerah terumbu karang dengan hidup bergerombol sekitar 20-50 ikan berukuran sedang. Ikan yang dewasa biasanya hidup secara berpasangan. Beberapa jenis baronang lebih tahan terhadap kadar garam yang rendah sehingga sering masuk agak dalam ke sungai seperti jenis Siganus gutatus.

    Jenis yang sering hidup di terumbu karang adalah Siganus punctatissimus dan Siganus corralinus  karena fase ikan kecil sampai ikan dewasa kebanyakan di daerah ini. Beberapa jenis yang suka hidup di air dengan arus deras dan ditempat yang dalam seperti Siganus canaliculatus, sedangkan jenis yang suka di perairan yang agak tenang adalah Siganus fuscescent. Ikan baronang yang banyak hidup di mangrove dan padang lamun (sea grass field) adalah jenis Siganus lineatus dan Siganus vermiculatus. Ikan yang paling tahan terhadap salinitas rendah adalah Siganus vermiculatus  bahkan sampai 2 ppm atau hampir air tawar sama sekali (catatan kadar garam laut ; 30-45 ppm, sedang air tawar 0 ppm).

 

Perkembangbiakkan

    Kelompok ikan baronang berkembang biak dengan cara meletakkan telur di dasar (Substrat spawner), yaitu saat ikan betina bertelur diletakkan di dasar substrat berupa pasir, bebatuan dan di daerah karang/ padang lamun, kemudian ikan jantan akan mengeluarkan sperma dan ditaburkan diatas sekumpulan telur tersebut. Ikan baronang biasa hidup bergerombol, tetapi menjelang matang kelamin, ikan ini akan berpasangan. Waktu minimal yang dibutuhkan untuk menggandakan  populasi sangat pendek, yaitu kurang dari 15 bulan, sehingga  tingkat kelolosan hidupnya termasuk tinggi.

 

Tingkah Laku

    Ikan baronang termasuk ikan yang pendamai, karena tidak memakan ikan lainnya. Terdapat 2 kategori dalam hal aktivitas hidupnya, ada yang diurnal (aktivitas hidup siang hari) maupun nokturnal (aktivitas hidup di malam hari). Sehingga kalau memancing sebaiknya disesuaikan dengan target ikan yang akan dibidik, yaitu siang atau malam. Hampir semua ikan baronang adalah ikan diurnal kecuali Siganus gutattus yang aktif di malam hari. Ikan baronang adalah ikan sosial yang hidup bergerombol, tidak sendirian (soliter), sehingga bila Anda memancing dan dapat satu, biasanya akan terangkat juga “teman-temannya”. 

 

Pakan dan Cara Makan

    Ikan pemakan bahan tumbuhan (herbivora) ini juga oportunis, karena juga memakan hewan lain yang masuk dalam bukaan mulutnya seperti cacing, plankton serta moluska lainnya. Hal ini dapat terjadi kalau memancing dengan umpan udang yang dikupas sering mendapat ikan baronang juga. Tetapi tujuan utama pakan ikan ini tetap tumbuhan seperti rumput laut, algae, lumut, dan lamun yang menempel di bebatuan pantai. Bahkan sering terlihat bergerombol menyikat lumut yang menempel di beton baterai dan dermaga. Cara memakannya adalah grazing atau memanen seperti halnya kelinci memakan rumput.

 

Habitat Baronang di Indonesia

    Ikan baronang hampir terdapat di semua pantai di Indonesia, tetapi ikan ini melimpah dimana terdapat padang lamun atau Sea Grass Field. Lamun adalah tumbuhan tingkat tinggi yang mempunyai bunga, jadi walaupun namanya rumput laut, tetapi bukan rumput laut yang biasa disebut algae. Lamun mempunyai bentuk seperti rumput darat, sedangkan rumput laut (algae) adalah tumbuhan tingkat rendah yang tidak mempunyai bunga. Kalau rumput laut terdapat di hampir semua terumbu karang, sedangkan lamun hanya mempunyai penyebaran terbatas.

    Menurut penelitian Tomascick, et all yang termasuk bible-nya para sarjana biologi kelautan di Indonesia (The Ecology of  the Indonesian  Seas, 1990), populasi ikan baronang melimpah di padang lamun, karena tempat ini sebagai tempat mencari makan (feeding ground), bermain dan berlindung bagi anak ikan (nursery ground) dan tempat kawin. Bahkan hampir semua jenis baronang ada disini, misalnya di sekitar Pulau Seram Maluku terdapat setidaknya 15 jenis ikan baronang hanya dalam satu wilayah padang lamun.

    Beberapa daerah yang sudah pernah diteliti memiliki padang lamun di Indonesia diantaranya :

  • Sumatera : Di sekitar Pulau Legundi terdapat dikedalaman sampai 1-8 meter. Padang lamun terdapat disekitar rataan terumbu karang.
  • Teluk Banten : Di sekitar Pulau Panjang, Pulau Tarahan, Pulau Lima, Pulau Kambing dan Pulau Pamuyan Besar. Luas padang lamun diperkirakan 125 ha dengan kedalaman 1-4 meter.
  • Kepulauan Seribu : Terdapat di sekitar Pulau Pari, Pulau Tengah, Pulau Kongsi, Pulau Burung dan Pulau Tikus. Total area sekitar 12 km2 yang terdapat dikedalaman 1-2 meter.
  • Selat Sunda : Terdapat disekitar Desa Cipanon sampai Tanjung Lesung, terdapat padang lamun dengan panjang sekitar 2,5 km dan lebar 30-250 meter menjorok ke arah laut.
  • Sulawesi Selatan : Terdapat padang lamun dengan luas sekitar 240 km2 dengan kedalaman 1-30 meter.
  • Taka Bone Rate, Sulawesi : Terdapat di Taka Bone Rote Atoll dengan luas sekitar 222.000 ha dengan kedalaman 20-80 meter.
  • Nusa Tenggara Barat : Terdapat padang lamun sekitar Pantai Kuta dan Pantai Gerupuk di selatan Lombok dengan luas sekitar 250 ha dengan kedalaman 1-10 meter.
  • Nusa Tenggara Timur : Terdapat padang lamun di Pulau Komodo, 30 km barat Flores, diperkirakan sekitar 10 ribu-20 ribu ha padang lamun. Demikian juga di Pulau Selayar dengan kedalaman 15-20 meter.
  • Maluku : Terdapat padang lamun di Kotania Bay sekitar 30 km barat pantai Pulau Seram dengan luas mencapai 1115 ha, dimana disini ditemukan 15 jenis ikan baronang. Salah satu daerah dengan keanekaragaman ikan baronang tertinggi di dunia.(sumber:eko budi-solo/foto:istimewa)

Bahan Bacaan :

  • Tomascick,et all. 1990. The Ecology  of  The Indonesian Seas. Periplus. Singapore.
  • Woodland. D.J. 1990. Revision of The Fish Family Siganidae with Description of Two New Species and Comment on Distribution and Biology. Indo-Pacific Fishes  19: 1-136.
example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply