Pelangi Salmon : Diolah Mesin Sterilisasi Modern. Untuk Mas, Bawal & Mujair

Kabarmancing.com, Jakarta – Produsen umpan ternama Djempol kembali melakukan inovasi baru masih seputaran umpan pancing. Ya, inovasi berikutnya yang diluncurkan Kang Ito (owner Umpan Djempol) umpan dari ikan salmon yang digunakan untuk air tawar yang cocok dipakai memancing ikan mas, bawal, mujair dan lainnya.

    Setelah meluncurkan Umpan Djempol, 313, Umpan Pelangi dan Tuna Djempol yang sukses dipasaran, rasanya bagi Kang Ito tidak ada kata berhenti dalam berinovasi dan tidak mau kehabisan ide, sebab itu berikutnya muncul lagi umpan baru miliknya dengan nama Pelangi Salmon yang praktis digunakan kala memancing.

    Kenapa memilih salmon untuk produk berikutnya ? Dari penyampaian Kang Ito kepada kabarmancing.com memaparkan, ikan salmon yang hidup di Samudera Atlantik dan Samudra Pasifik memang dikenal bagus untuk campuran umpan pancing ikan mas, akan tetapi para pemancing masih terkendala karena harga jualnya yang sangat mahal di pasaran. “Ikan salmon produk daging ikan impor, harga ikan salmon di Indonesia sangat mahal dengan kisaran tiga ratus ribu perkilonya,” papar Kang Ito.

    Selain itu kendala lainnya adalah distribusi yang harus beku karena ikan salmon 100% ikan import dari Negara Norwegia dan Alaska. Sebab itulah dengan beragam kendala diatas Kang Ito mencari solusi bagaimana bisa membuat para pemancing tetap memakai salmon tapi dengan harga terjangkau.

    Akhirnya beliau pun membuat ikan salmon olahan dengan bahan daging salmon asli sisa filed. Lalu diolah dengan kemasan dan mesin strerilisasi modern sehingga salmon ini pun bisa awet selama 2 tahun lamanya di suhu ruangan dan mudah untuk didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

    Tentu untuk pengawetan selama 2 tahun lamanya itu oleh Kang Ito dilakukan uji coba di laboratorium seberapa kuat ketahanan salmon dalam kemasan plastik ini. Hasilnya setelah melakukan uji coba berbulan-bulan pun membuahkan hasil bisa awet 2 tahun.

    Dengan kemasan plastik berwarna pink dan desain yang menarik kelebihan lainnya Pelangi Salmon selain harganya murah dan terjangkau praktis dibawa saat ingin memancing, kemasannya mungil dengan berat 70 gram dan mudah digunakan tinggal disobek dan campurkan di umpan. Sisi lainnya, di dalam kemasannya pun terdapat original oil fish yang jelas terlihat dari kemasan luar yang mempunyai kandungan protein tinggi dengan aroma original salmon yang dikemas dengan proses modern sehingga kualitasnya terjaga.

    Lebih lanjut tutur Kang Ito untuk harga pun terjangkau. Pada intinya pemancing tidak perlu lagi repot-repot membelinya di pasar swalayan dengan harga mahal. Pelangi Salmon dengan kemasan 70 gram dibandrol Rp 10 ribu perbungkus. Ya, pasca diluncurkan awal Oktober 2018, Pelangi Salmon masih menerapkan penjualan online. “Beberapa bulan ke depan penjualannya ada di toko-toko pancing di setiap kota di Indonesia,” imbuhnya.

    Untuk lebih mendekatkan dan memperkenalkan kepada pemancing saat launching awal Oktober lalu, Pelangi Salmon pun bagi-bagi hadiah kepada pembeli online dengan taburan 3 hadiah ril Shimano. Ya, pembeli Pelangi Salmon online bisa mengikuti lomba foto bertemakan ‘Gokil Bingiiitz’ dengan syarat, beli paket senilai Rp 75 ribu mendapatkan 4 Pelangi Salmon dan 3 Djempol Tuna dan buat foto Anda se-ekspresif mungkin beserta produk dan upload di Fanspage ‘Umpan Pancing Cap Djempol’

    Periode lomba ini pun berlangsung dari tanggal 1 Oktober 2018 sampai 5 Desember 2018. Selanjutnya foto Like Terbanyak mendapatkan Ril Shimano Stella 3000HG (hadiah pertama), Ril Shimano Twin Power 3000HG (hadiah kedua) dan Ril Shimano Stradic 3000HG (hadiah ketiga).

    Ingin merasakan bagaimana kualitas Pelangi Salmon, silahkan beli online lalu ikuti lomba fotonya. Siapa tahu Anda menang dan membawa pulang salah satu dari ketiga ril Shimano tersebut. Lebih jelasnya untuk pembelian online hubungi 0812  – 9144 0494. Ayo buruan sebelum terlambat.(bayu kmc)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply