Gabus : Bisa Ditemui di Danau, Rawa, Sungai, Saluran Air Hingga Sawah

Kabarmancing.com, Jakarta – Ikan yang satu ini menjadi incaran para angler saat mancing di alam liar (wild fishing). Berbagai cara pun dilakukan para maniak gabus untuk mengejar target mendapatkan ikan gabus di alam liar, baik itu di sungai atau danau. Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan.

    Kini fenomenal ikan gabus kian menjadi primadona untuk ditaklukan yang katanya sensasi strike dan fight bisa bikin klimaks. Namun untuk menaklukkan ikan gabus ada baiknya mengetahui dahulu karakter ikan tersebut. Setelah itu observasi dan eksplor spot terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil maksimal dan jangan lupa rilis kembali ikan yang didapat.

Klik Berita Terkait : Melacak Lokasi ‘Ngumpetnya’ Gabus Saat Mancing Casting

    Ya, gabus sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah. Dalam bahasa Inggris disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya Channa striata.

    Ikan gabus ukurannya cukup besar, dapat tumbuh mencapai panjang 1 meter. Berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead) dengan sisik-sisik besar diatas kepala. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecoklatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal yang agak kabur.

    Warna ini seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulutnya besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam. Gabus biasa ditemui di danau, rawa, sungai dan saluran-saluran air hingga sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil, serangga dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok.

    Seringkali gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan disana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair.

    Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui ‘berjalan’ di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada lele atau betok) namun lebih primitif.

    Dengan umpan hidup serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing. Namun giginya yang tajam dan sambaran serta tarikannya yang kuat, dapat dengan mudah memutuskan tali pancing. Selamat memancing gabus.(ronald/foto dok:kabarmancing.com)

example banner example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.