Mengelola Kolam Pelampung / Harian Mas, Agar Ramai Pemancing

Kabarmancing.com, Jakarta – Banyak faktor menentukan kualitas sebuah kolam pemancingan. Dari mulai air kolam, sistem sirkulasi air dan lainnya. Jika salah satu saja ada yang kurang akan menyebabkan buruknya kualitas kolam. Apalagi jika sampai ikan tidak makan, pastinya pemancing enggan kembali ke pemancingan tersebut.

    Ya, bagi sebagian besar pemancing, menang kalah dalam sebuah lomba ditentukan dari faktor keberuntungan. Asalkan ikan makan, mereka sudah cukup puas. Untuk mengulas bagaimana menjaga kualitas kolam pelampung atau kolam harian berikut paparannya :

  • Kedalaman Kolam :

    Kolam merupakan unsur terpenting dalam bisnis pemancingan. Di dalam kolam terdapat air dan ikan yang merupakan sarana untuk memancing. Oleh karena itu perlu perhatian lebih untuk menjaga kondisi kolam. Pasalnya kedalaman air kolam dan kualitas air kolam sangat menentukan ikan makan atau tidak. Jika air terlalu dalam maka ikan-ikan dibawah satu kilogram tidak akan makan.

    Untuk kedalaman kolam pemancingan pelampung atau kolam harian normalnya berkisar antara 70 s/d 80 cm. Hal itu karena biasanya ikan di kolam pelampung berkisar dibawah 1 kilogram. Bentuk dasar kolam pun dibuat berbentuk cekung.

    Sedangkan untuk kolam diatas 1,5 meter biasa digunakan untuk kolam galatama yang menggunakan ikan-ikan super diatas 3 kilogram. Jika pemancingan pelampung atau harian menggunakan kolam dengan kedalaman air diatas 1,5 meter makan ikan dengan berat di bawah 1 kilogram akan kurang makan.

  • Kualitas Air Kolam :

    Air sebagai tempat hidup ikan sangat berpengaruh terhadap kondisi ikan. Kualitas air kolam ditentukan banyak hal mulai dari sumber air, sistem sirkulasi sampai dengan perawatan air. Banyak pemancingan yang menggunakan air sungai atau kali sebagai sumber air untuk kolam pemancingannya. Selain karena mudah mengalirkannya ke kolam, pemancingan yang letaknya dekat dengan sungai tidak mengeluarkan biaya besar untuk membuat sirkulasi air.

    Namun ada dampak buruk dari kemudahan itu. Air sungai di Jakarta khususnya, sudah tidak lagi jernih atau sudah tercemar limbah. Banyak limbah mengalir bersama air sungai, mulai dari limbah pabrik sampai limbah rumah tangga. Air yang tercampur limbah akan membuat ikan ‘mabok‘ dan kurang bergairah. Selayaknya manusia, jika sedang sakit, pasti kurang nafsu makan. Begitu pula ikan, jika ikan sakit akibat limbah yang tercampur dalam air maka ikan kurang nafsu makan. Bila ikan tidak makan, pemancing tidak merasa puas dan mungkin tidak kembali lagi ke pemancingan tersebut.

    Untuk mencegah adanya limbah masuk ke dalam kolam, sebaiknya gunakan air dari sumber mata air tergenang seperti danau atau setu, Jika tidak ada buatlah mata air sendiri. Namun hal itu memang mengharuskan Anda mengeluarkan dana lebih. Selain karena sumber air yang tercemar limbah, kondisi air dapat memburuk jika tidak ada sistem sirkulasi yang baik. Untuk menjaga kondisi air tetap baik, kolam pemancingan harus diberi blower. Dengan ada blower, oksigen di dalam air kolam dapat berganti, sehingga ikan tidak ‘mabok’

Penampungan ikan

    Selanjutnya kolam pun  harus dikuras dan diberi garam secara rutin. Pengurasan dilakukan untuk membersihkan kolam dari kotoran berupa sampah, sisa umpan sampai kotoran ikan. Untuk menjaga kondisi kolam lakukanlah pengurasan dan pemberian garam ikan minimal 3 bulan sekali.

  • Ikan :  

    Ikan sebagai target pancingan harus dalam kondisi prima. Untuk itu, carilah ikan sehat dan dalam kondisi baik. Lihat kondisi tubuh ikan, jangan ada cacat pada tubuh ikan yang akan digunakan untuk kolam pemancingan. Hal itu dikarenakan jika ikan dalam kondisi tidak sehat, maka ikan malas makan. Akibatnya, umpan yang dilemparkan pemancing tidak disantapnya. Bentuk tubuh ikan pun berpengaruh terhadap nafsu makan. Ikan mas bentuk tubuhnya panjang dan lurus akan lebih besar nafsu makannya jika dibandingkan dengan ikan mas yang bentuk tubuhnya bulat.

    Ikan yang baru datang atau baru dibawa dari tempat lain sebaiknya diinapkan terlebih dahulu di kolam penampungan dekat pemancingan Anda. Hal ini dilakukan agar ikan beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi air di tempat baru. Selayaknya manusia yang mabuk dalam perjalanan, ikan pun demikian. Oleh karena itulah ikan baru datang perlu dipindahkan ke kolam penampungan sebelum diturunkan ke kolam pemancingan. Agar ikan tidak lemas, berilah bantuan oksigen dengan menggunakan blower.

    Selain hal diatas, agar ikan dapat lebih lahap dalam memakan umpan yang dilemparkan pemancing, biarkanlah ikan di dalam kolam penampungan selama kurang lebih 3 hari tanpa diberi makan. Dengan begitu saat ikan diturunkan maka rasa lapar yang amat sangat menyebabkan ikan lebih ‘galak’. Secara otomatis setiap umpan yang dilemparkan akan segera dimakan sang ikan.

  • Jujur dan Transparan :  

    Selain faktor kolam dan ikan, untuk menjaga agar kolam pelampung tetap ramai, sikap jujur dan transparan harus dimiliki oleh pengelola kolam. Janganlah sekali-kali membohongi pemancing. Misalnya, dalam sebuah lomba mancing harian, ikan yang akan diturunkan sebanyak 5 kuintal, tapi pada kenyataannya pengelola kolam berlaku curang dengan mengurangi timbangan.

    Alangkah baiknya saat Anda menimbang ikan yang akan diturunkan ke kolam, ajaklah pemancing untuk menyaksikan timbangan. Sikap transparan ini akan membuat pemancing percaya bahwa ikan yang diturunkan sesuai dengan perjanjian yang telah ada.(dedy/foto:dok.kabarmancing.com)

example banner example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply