Teknik Sederhana Cara Memancing Cumi

Kabarmancing.com, Jakarta – Cumi-cumi memiliki kekhasannya yakni semacam sirip di bagian tubuhnya yang digunakan untuk berenang. Cumi-cumi juga memiliki mata yang sangat tajam seperti jenis ikan dan hewan vertebrata yang lain.

Klik Berita Terkait : Tips Mancing Cumi, Umpan, Karakter & Teknik Mancing

    Maka dari itu penggunaan umpan udang yang berwarna cerah adalah salah satu cara untuk menarik ikan ini untuk memakannya. Memancing dengan menggunakan umpan buatan memang lebih efektif daripada menggunakan umpan udang yang asli, karena biasanya cumi-cumi menggunakan matanya yang tajam saat mencari makan.

    Berikut tips dan teknik sederhana cara memancing cumi :

Lokasi Mancing : Untuk mancing cumi Anda bisa mencoba dari atas dermaga, perahu atau dari karang-karang pinggir pantai laut. Hindari memancing di lokasi dengan arus yang sangat deras karena cumi biasanya tidak bermain di lokasi seperti ini. Dasar laut harus memiliki gugusan rumput laut atau karang sebagai tempat berlindung cumi. Idealnya air laut harus berwarna cerah/bening, ada sedikit angin (angin darat bukan angin laut) dan kedalaman laut berkisar antara 2-6 meter. Jika mancing di atas dermaga, perhatikan bekas tinta (dari cumi) di lantai dermaga. Bekas tinta ini menunjukkan bahwa Anda telah menemukan lokasi yang tepat untuk mancing cumi.

Jenis Umpan Cumi dan Fungsinya : Capella/Squid jig/Udang-udangan

  • Tipe Umpan :
  1. Untuk air dangkal (semi floating – dengan cirinya timah kecil), efektif digunakan untuk perairan dangkal 1 s/d 2 meter.
  2. Air sedang (sallow – dengan cirinya timah sedang) efektif digunakan untuk perairan sedang 3 s/d 4 meter
  3. Air dalam (deep – cirinya timah besar) efektif digunakan untuk perairan dalam diatas 4 meter dan berarus agak kencang.
  • Teknik Mancing : Umpan ini biasa lebih populer digunakan dengan cara/teknik casting, ukuran untuk casting mulai dari size 1” s/d 3.5” dan jika lebih besar 4” keatas lebih efektif digunakan untuk trolling malam hari pada saat terang bulan.
  • Warna : Warna yang menjadi favorit adalah adalah yang cerah atau dominan orange, pink, blue, green dan kombinasi dari warna tersebut.
  • Bahan Bodi : Plastik, fiber dan kayu
  • Target Cumi : Cumi karang/calamari/juhi/bigfin, sotong, cumi jarum dan terkadang gurita.
  • Tips :
  1. Pada saat pertama kali casting gunakan dahulu mulai dari ukuran yang kecil, tujuannya adalah untuk mengetahui ukuran cumi yang ada di spot tersebut. Jika sudah diketahui ukuran cuminya maka sesuai umpan/capella dengan cumi tersebut, karena biasanya cumi kecil sangat jarang (takut) untuk memakan umpan yang lebih besar dari ukuran cumi sendiri.
  2. Jika pada saat casting kondisi arus kencang gunakanlah capella yang bertimah berat atau capella untuk air dalam agar capela tidak melayang dan dapat menjangkau dasar air.
  3. Jika saat pertama kali casting tidak mendapat sambutan, usahakan ganti umpan/capella dengan warna lainnya dan jika strike gunakan capelater seterusnya dan jika strike berkurang ganti kembali dengan warna lainnya.
  4. Jika casting atau troling malam lebih efektif gunakan capella GID (glow in the dark)

Waktu Memancing : Waktu terbaik untuk mancing cumi adalah saat pagi hari (jam 6.00-9.00) dan menjelang malam (jam 18.00-21.00). Jika Anda mancing di lokasi dengan lampu penerangan buatan seperti dermaga atau pelabuhan, maka Anda bisa mancing sepanjang malam. Cumi akan tertarik dengan sinar lampu yang terang. Cari posisi/lokasi dermaga yang paling terang.

Aksi : Lemparkan capella sejauh mungkin dan biarkan tenggelam sebentar kira-kira 10 detik. Berikan sentakan pendek pada capella untuk mendapatkan perhatian cumi. Segera setelah Anda melihat sang cumi mencengkeram capella, Anda harus menggentak secara perlahan agar mata pancing tersangkut kemudian gulunglah ril secara perlahan sampai cumi mendekat ke jaring serok Anda. Kadangkala gerakan menghentak hanya akan menakuti cumi, maka Anda harus memperhatikan sang cumi dengan seksama untuk melihat reaksinya terhadap capella .Selamat memancing cumi.(rudi-berbagai sumber/foto dok:kompas.com)

example banner example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.