Akibat Wabah COVID-19, Kolam Pancing Tutup Sementara

Kabarmancing.com, Jakarta – Sejak Virus Corona atau COVID-19 melanda Indonesia, kepanikan pun muncul. Perekenomian terganggu, perkantoran diliburkan dan karyawan bekerja dari rumah atau WFH (Work From Home) begitu pula dengan dunia pendidikan diliburkan sampai batas tidak bisa ditentukan akibat dampak Corona.

    Pemerintah bekerja keras menghadapi virus yang mampu mematikan nyawa manusia. Tak hanya Indonesia, negara-negara lain di dunia kondisinya sama bahkan ada yang lebih parah tingkat kematiannya. Public figur dunia, pemimpin dunia juga ikut terpapar. Seluruh dunia bahu membahu menangkal serangan virus tersebut melalui berbagai pengobatan agar bisa menyelamatkan nyawa manusia di muka bumi ini.

    Salah satu dampak yang terkena imbasnya adalah kolam pancing. Ya, sejak mulai mewabah sebenarnya sudah ada kolam pancing yang langsung menutup usahanya, tapi ada pula yang tetap buka. Setelah pemerintah angkat bicara dan menyatakan ‘Perang Terhadap Corona’ semua kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa harus dihentikan dan dibubarkan mulai terhitung sejak minggu ketiga Maret 2020 kemarin. Hasilnya satu persatu kolam pancing tutup sementara waktu.

    Sebut saja Pemancingan Lembah Subur (Jakarta Selatan), Pemancingan Adhiraja Deluna (Depok), Pemancingan Telaga Kukusan (Depok), Pemancingan Nuri (Jakarta Timur), Pemancingan Kembar (Jakarta Timur), Pemancingan Almer Fishing (Bekasi) tutup sementara dan masih banyak pemancingan lainnya. Tutupnya kolam pancing itu karena mengikuti arahan dari pemerintah dan maklumat Kapolri untuk tidak mengumpulkan massa dalam jumlah banyak karena khawatir ada penularan virus. Selain itu, pemilik kolam juga melihat mulai berkurangnya para pemancing yang datang disebabkan himbauan agar Stay at Home atau tinggal di rumah agar tidak terjadi penularan.

    Akan hal itu pemasukan dari usaha kolam menjadi terganggu, namun bagi pemilik kolam mau tidak mau harus dilakukan, jika tidak maka akan timbul hal yang tidak diinginkan misalnya dibubar paksa oleh aparat karena masih ada keramaian, kedua, terjadinya penularan virus yang mengakibatkan orang lain menjadi korban. “Bagi saya penutupan kolam ini harus dilakukan saat kondisi yang semakin tidak menentu dan takut ada yang kena. Saya ikuti aturan dan anjuran dari pemerintah dan aparat,” ujar Iyung dari Pemancingan Kembar, Bambu Apus, Jakarta Timur.

    Hal senada juga dilontarkan oleh Yanto dari Pemancingan Telaga Kukusan, karena ada wabah virus tersebut ia ikut menutup sementara. “Semua kolam pemancingan rata-rata pada libur. Kami juga tutup sementara karena wabah Corona,” jelas Yanto. Tentu dengan menutup usaha ini imbasnya ke masalah ekonomi, pasalnya jika tidak ada wabah virus pemasukan uang dari jual ikan perkilonya dan dari kantin. Semenjak tutup pemasukan itu menjadi tidak ada sama sekali. Namun perbincangan dengan para pemilik kolam mereka ambil nilai positifnya saja, karena bukan mereka saja yang kena dampak, banyak orang lain juga terkena imbas ekonomi.

    Sedangkan para pemancing sendiri juga merasa bahwa ancaman virus ini menakutkan. Sebab itu mereka pun ‘stop’ mancing dulu menunggu situasi kembali aman. Ya, pemancing  sepakat tidak mancing dulu. Selain untuk menghindarkan diri dari keramaian, kolam pancing banyak yang tutup. “Mudah-mudahan virus corona cepat berlalu, saya dan teman-teman bisa mancing lagi,” ujar Iman berharap. Bahkan acara komunitas mancing juga kena dampak diantaranya Baldes Fishing Club (BFC) Depok, GPC (Griya Pancing Club) dan komunitas lainnya juga ikut membatalkan dan menunda acaranya dikarenakan kolam pancing tutup sementara waktu. Namun bagi para komunitas mancing ini adalah jalan terbaik yang mereka ambil dengan menunda.

    Tak hanya Jabodetabek, koresponden kabarmancing.com di Kalimantan Selatan juga melaporkan, kolam pancing di wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan banyak tutup. “Sejak ada himbauan dari Bapak Kapolri dan pemerintah setempat kolam pancing untuk sementara waktu tutup dulu karena tidak mendapatkan izin dari pihak berwenang,” pungkas Beta melaporkan dari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. “Untuk sebulan ini saya tidak bisa meliput dan mengirimkan berita event mancing di wilayah Kalimantan Selatan. Tunggu suasananya reda dulu,” lanjut Beta via whatsapp ke meja redaksi.

    Begitu pula dengan Sumatera Utara. Dari Deli Serdang, Better Tarigan pemilik Pemancingan Silangit Biru juga menutup sementara pemancingannya. “Saya mengikuti arahan dan anjuran pemerintah untuk menjaga agar terhindar dari Virus Corona. Kalau sudah aman Silangit Biru buka lagi,” ujar Better melaporkan hal tersebut ke kabarmancing.com.

    Ya, setiap musibah ada hikmahnya, tinggal kita menyikapinya secara ikhlas, bijaksana dan positif.  Saat ini pemerintah sedang bekerja keras menanggulangi virus tersebut agar seluruh masyarakat Indonesia kembali seperti semula dan tidak ada lagi kata Lockdown atau Stay at home. Perkantoran dan sekolah beraktifitas kembali, jalan ramai dan orang tidak lagi takut bersentuhan atau berdesakan di angkutan umum.

    Doa seluruh rakyat Indonesia dan seluruh umat manusia di dunia ini mengharapkan agar Virus Corona bisa lenyap dari muka bumi dan seluruh umat manusia kembali seperti sediakala ceria dan tertawa gembira bersama teman dan keluarga tanpa ada batasan. Itulah yang diharapkan. Amin.(rambe/foto:istimewa)

example banner example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply