Lomba Kesekian Kalinya, 140 Angler Sambangi Kayu Kacang

Kiri ke kanan : Rahmadhani Noor (panitia), Haris (Juara 1), Puad (Juara 2), Asir (Juara 3), Dabling (Juara 4), Imi (Juara 5), Hermansyah (panitia) dan Ahmad Zaidan (panitia)

Kabarmancing.com, Tapin, Kalimantan Selatan – Di penghujung tahun 2018, Pemancingan Kayu Kacang di Pasar Keraton, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan mancing terbuka untuk umum. Ya, dengan kegiatan lomba mancing ini yang kerap dilakukan tentu akan semakin dikenal angler di kawasan Tapin bahkan di seantero Kalimantan Selatan.

Berita Terkait : Peringati HUT RI Ke 73, Kayu Kacang Gelar Lomba Mancing

    Di tangan Syarif Maulana atau akrab dipanggil Arif, setiap lomba yang diselenggarakan oleh Kayu Kacang selalu penuh. Selain tempatnya nyaman, penyelenggara lomba juga fair dalam turun ikan saat lomba berlangsung. Padahal jika dilihat sekeliling kolam pun tidak ada atapnya. Hanya bermodalkan payung untuk menghindari sengatan matahari dan hujan, pemancing tetap bertahan saat event dengan kondisi seperti itu. Herannya lagi, para angler justru datang dan datang lagi. Itulah keunggulan Kayu Kacang sampai saat ini.

    Minggu, 9 Desember 2018, sebanyak 140 lapak hari itu dipenuhi para angler yang tidak saja datang dari Tapin namun yang tercatat di panitia ada datang dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Banjarbaru dan Kabupaten Tapin.

    Tiket yang dikenakan ke pemancing Rp 250 ribu perlapak satu joran dengan hadiah pertama uang tunai Rp 6 juta. Bagi Arif, kegiatan ini selain lomba bulanan sekaligus dalam rangka tutup tahun 2018 juga menyambut datangnya tahun 2019. Lomba yang dimulai jam 10 sampai jam 4 sore, lapak kiri dan kanan mulai dipadati pemancing. Beragam umpan pancing ramuan peserta sendiri pun mulai nyemplung ke dalam air saat acara dimulai. Semua peserta mengharapkan bisa menjadi juara pertama di event ini. Namun tentu keberuntunganlah yang utama bisa menjadi sang juara.

    Dari pantauan panitia bersama Arif, sepanjang event semuanya berjalan tertib dan lancar. Ikan sebanyak 400 kg jenis tombro dan majalaya mulai makan. Cuaca hari itu panas tidak turun hujan dan bersahabat. Strike demi strike dengan beragam bobot ikan mewarnai lapak masing-masing peserta. Tiban meniban berat ikan mulai terjadi. Beda berapa gram saja bisa lolos menjadi juara dan bisa juga turun nominasinya. Bagi pemancing itu bukanlah yang menakutkan dan sudah terbiasa di saat lomba dengan kategori induk.

Beta (penulis) bersama dengan Arif (kiri)

    Dari jam ke jam Arif rajin memantau jalannya lomba dan akhirnya selesai pula kegiatan akhir tahun event mancing di Kayu Kacang. Dengan sigap panitia mengumumkan siapa yang menjadi juara kali ini. Tercatat yang berhasil masuk untuk juara pertama diperoleh Haris asal Kabupaten Tapin dengan berat ikan 2,54 kg dari lapak 06. Empat pemenang lainnya pun menuju podium menerima uang dan tropi.

    Arif pun menyampaikan apa yang akan dilakukan olehnya untuk agenda tahun 2019 di Kayu Kacang yaitu semakin sering menggelar lomba dan mengharapkan nantinya dikenal pemancing Se-Kalimantan Selatan bahkan luar Kalimantan. Itulah harapan beliau di 2019. Sukses untuk Kayu Kacang.(beta–kalimantan selatan/foto:dok.beta)

  • Induk 1 / Haris (Tapin) / Lapak 06 / 2,54 Kg / Rp 6 Juta + Tropi
  • Induk 2 / Puad (Hulu Sungai Tengah) / Lapak 18 / 2,11 Kg / Rp 4 Juta + Tropi
  • Induk 3 / Asir (Tapin) / Lapak 28 / 2,01 Kg / Rp 2 Juta + Tropi
  • Induk 4 / Dabling (Tapin) / Lapak 44 / 1,92 Kg / Rp 1 Juta + Tropi
  • Induk 5 / Imi (Tapin) / Lapak 63 / 1,75 Kg / Rp 500 Ribu + Tropi
example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply