Ternyata Patin Sungai Itu Banyak Jenisnya, Berikut Ulasannya

Patin 1

Kabarmancing.com, Jakarta – Siapa yang tidak kenal dengan jenis ikan satu ini, ikan patin. Semua orang jika ditanya pasti tahu. Ya, patin kini menjadi target pancingan bagi para maniak mancing patin. Lihat saja, pemancingan patin pun banyak bermunculan dimana-mana. Selain tarikannya yang luar biasa sensasinya itulah bikin orang ketagihan.

    Namun di balik itu semua adakah yang tahu bahwa patin (suku pangasidae) itu sebenarnya terdapat lebih dari 20 jenis di dunia. Di Indonesia sendiri ternyata mempunyai setidaknya ada 12 jenis ikan patin.

    Mau tahu apa saja, berikut beberapa jenis ikan patin :

  • Patin Jambal

    Mempunyai nama ilmiah Pangasius djambal (Bleeker 1846) dan dikenal dengan nama daerah jambal, patin, pangasius. Ikan ini tumbuh sampai 90 cm. Terdapat di Sungai Mekong, Indochina, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia sendiri ada di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Di Jawa ikan ini ada di Sungai Citarum, Bengawan Solo dan Brantas.

    Anak-anaknya (juvenil) pun banyak ditemukan di sungai bagian hilir, kemudian bergerak bermigrasi menuju hulu sungai menjelang dewasa. Patin jambal merupakan ikan benthopelagik atau berenang di hampir di semua masa air dengan berenang aktif, tetapi daerah dasar tetap menjadi prioritasnya hidupnya. Ikan ini lebih suka hidup di kolom air yang dalam (lubuk), walaupun sesekali menyembul ke permukaan sehingga keberadaan ikan ini pun dapat diketahui oleh pemancing yang berpengalaman.

    Selain itu patin jambal juga merupakan ikan semi diurnal atau aktif baik siang maupun malam hari. Diberitakan patin jenis ini mempunyai umur lebih dari 10 tahun dan termasuk ikan omnivora dengan kecenderungan carnivora sehingga dapat memakan pelet yang biasa digunakan untuk memancingnya. Musim hujan merupakan musim paling baik memancing ikan ini dengan umpan pelet. Rekor ikan jambal di Waduk Gajah Mungkur sekitar 22 kg pernah berhasil terjaring oleh penduduk.

 

  • Patin Juaro/Juara

    Mempunyai nama ilmiah Pangasius polyuranodon (Bleeker 1852) dan di Sumatera dikenal sebagai ikan juara atau juaro. Ikan juaro terdapat di Sunda Land (paparan Sunda, yaitu Kalimantan, Jawa dan Sumatera). Ikan ini kalau di Jawa disebut ikan patin, sama dengan ikan patin jambal, padahal ikan yang berbeda dan dapat tumbuh sampai 80 cm. Seperti kerabatnya ikan jambal, ikan ini juga ikan omnivora dan oportunis, sehingga ikan pun kadang dimakannya. Jadi kalau ingin memancingnya, umpan ikan-ikan kecil juga potensial. Kadang-kadang juga terdapat di muara sungai.

 

  • Patin Wakal

    Mempunyai nama ilmiah Pangasius micronemus (Bleeker 1847). Dapat  tumbuh sampai 1 meter dan terdapat di lembah Sungai Mekong, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia sendiri tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Di Jawa ikan ini melimpah di Sungai Bengawan Solo bagian hilir (Bojonegoro, Lamongan dan Gresik) dan di daerah ini dikenal dengan nama ikan wagal/wakal.  Di Kalimantan  ikan ini tersebar luas di Sungai Kapuas, Mahakam, Rejang dan Kinabatangan. Di Sumatera sering juga disebut ikan lancang dan ikan rioscaring.

Jengis Khan

Mekong Giant Catfish

 
  • Patin Jengis Khan

    Ikan raksasa yang berasal dari Sungai Mekong dan Sungai Chao Phraya di Thailand dan Indochina. Ikan ini mempunyai nama ilmiah Pangasius sanitwongsei (Smith, 1931). Disebut ikan Jengis Khan, karena mempunyai jumbaian sirip punggung dan sirip ekor yang panjang, mengingatkan pada kumis Jengis Khan. Tumbuh sampai 3 meter dan berat lebih dari 300 kg.

    Ikan ini bersama dengan ikan Mekong Giant Catfish lainnya yaitu Pangasiodon gigas merupakan  ikan air tawar terbesar, bahkan masuk dalam catatan Guinnes of World Record sebagai ikan air tawar terbesar tahun 2004. Ikan ini sering menjadi target memancing, termasuk maskot pancingan pakar JF. Hellias di Thailand dengan rekor mencapai 75 kg.

    Ikan ini juga dijual sebagai ikan hias di berbagai kota di Indonesia. Seperti ikan patin lainnya ikan ini juga oportunis karena juga memakan ikan-ikan  kecil

 

  • Patin Riu

    Mempunyai nama ilmiah Pangasius macronema  (Bleeker 1851). Patin jenis ini hanya tumbuh sampai 60 cm dan terdapat di Kalimantan dan Jawa.  Sering juga disebut sebagai ikan patin rios atau ikan lancang. Biasa hidup bergerombol di sungai yang berarus deras. Melimpah saat musim banjir dan biasanya di pertemuan sungai. Sering ikan ini dijual di pasar-pasar bercampur dengan ikan patin lainnya.

 

  • Patin Lawang

    Mempunyai nama ilmiah Pangasius nieuwenhuisii  (Popta 1904). Terdapat hanya di Sungai Mahakam di Kalimantan. Tumbuh hanya sampai 60 cm. Ikan ini cenderung sebagai pemakan bahan tumbuhan dan terbukti perut ikan yang dibedah banyak terdapat  biji-bijian tanaman hutan. Ikan ini sering dipancing dengan umpan buah ara, bahkan dengan umpan pentol bakso.

 

  • Patin Seladang

    Mempunyai nama ilmiah Pangasius Nasutus (Bleeker 1863) dan disebut juga dengan sebutan patin, pangasius. Tumbuh sampai 90 cm. Terdapat di Sungai Mekong, Indochina, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, ikan ini hanya terdapat di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

    Juga terdapat di sepanjang sungai-sungai besar mulai hulu sampai hilir, bahkan sering ditemui juga di sekitar muara sungai. Anak-anaknya (juvenil) banyak ditemukan di sungai bagian hilir, kemudian bergerak bermigrasi menuju hulu sungai menjelang dewasa. Sering menjadi target memancing dengan umpan pelet, cacing dan ikan kecil.

 

  • Patin Listhostoma

    Mempunyai nama ilmiah Pangasius lithostoma (Roberts 1989). Ikan patin ini jenis terkecil, karena hanya tumbuh sampai 25 cm saja. Ikan ini hanya terdapat di sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Di sana ikan ini hanya disebut sebagai ikan patin saja, padahal merupakan jenis yang berbeda dengan patin lainnya.

 

  • Patin Kunyit

    Mempunyai nama ilmiah Pangasius kunyit (Pouyad, Teugel & Legendre, 1999). Ikan yang baru tahun 1999 kemarin diidentifikasi dan ternyata berbeda dengan ikan patin lainnya. Ikan ini terdapat  di Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera serta  Kalimantan di Sungai Barito, Kapuas dan Mahakam. Tumbuh sampai 70 cm dan merupakan ikan konsumsi masyarakat setempat, selain menjadi ikan target pancingan tentunya. Hanya terdapat di lubuk-lubuk yang dalam.

 

  • Patin Hias

    Ikan ini mempunyai nama ilmiah Pangasius hypothalmus  atau Pangasius sutjii dan sering dijual sebagai ikan hias. Karena ketidaktahuan para pehobi, maka ikan ini sering disebut ikan Pegasius, bukan Pangasius, bahkan beberapa orang menyebutnya secara disingkat menjadi ikan sius saja. Jenis ini merupakan ikan yang mudah dibudidayakan dibanding jenis patin yang lain, bahkan banyak juga dijual ikan yang albino (putih).Ikan impor asal Vietnam ini justru sekarang sudah merajalela di hampir semua pasar ikan hias dan di berbagai karamba di Jawa.(bayu kmc/sumber eko budi/foto:dok.kabarmancing.com)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Darrel GrazianoJune 25, 2018 at 2:05 amReply

    It’s actually a cool and useful piece of info. I’m happy that you shared this useful information with us. Please stay us informed like this. Thanks for sharing.

Leave a Reply