Dadang Suparman : Bos Umpan Ikan Jitu, ‘Jatuh Bangun, Ikhlas, Sabar & Fokus’

Kabarmancing.com, Cisaat, Sukabumi – Sosok pria setengah baya ini enak sekali diajak bicara. Penampilan sebagai bos tidak terlihat. Akrab dan mudah bergaul, punya rasa humoris ditambah lagi bahasa Sunda yang kental hingga siapa saja yang diajak bicara merasa senang. Itulah kesan pertama dirasakan kabarmancing.com ketika jumpa beliau.

    Ya, namanya H. Dadang Suparman, pemilik (owner) Umpan Ikan Jitu. Beliau banyak menceritakan awal mula jatuh bangun membesarkan Jitu. Modal nol, Dadang seorang maniak mancing mencoba memberanikan diri terjun ke usaha umpan pancing kala itu.

Berita Terkait : Jitu : Umpan Ikan Paling Jitu Dari Sukabumi yang Terkenal Se-Indonesia

    “Di era 1980 saya lagi senang-senangnya mancing. Dari suka mancing itulah saya buat umpan sendiri untuk ikan mas. Lalu saya berikan kepada teman-teman untuk dicoba. Awalnya kata mereka jelek hasilnya kurang bagus ikan ngga makan dan saya sering diledekin umpan ‘bagong’. Lalu saya bikin lagi dan coba sendiri. Hasilnya bagus dan kasih lagi ke teman. Di hari berikutnya banyak minta tolong dibuatkan umpan seperti itu. Dengan senang saya buatkan. Sejak itulah timbul di pikiran, umpan itu bisa menghasilkan uang. Selama 8 bulan saya uji coba. Kemudian saya gunakan di berbagai kolam pancing dan hasil akhirnya bagus sekali. Sejak itu baru berani jual. Singkat cerita, umpan ini lalu saya teruskan dan hasilnya mendatangkan uang banyak dan dinamakan Jitu,” ungkapnya mengenang.

    Ya, modal pas-pasan, Dadang mulai menawarkan dan menjual umpan miliknya itu di tahun 90 an. Umpan tersebut ia namakan Jitu yang artinya mujarab atau manjur. Berbekal pengalaman bisnis yang minim apalagi Dadang waktu itu masih bekerja sebagai PNS di Kecamatan Sukabumi, banting tulang bersama istri membangun Jitu pun ala kadarnya. “Saya beli bahan-bahannya pakai angkutan umum ke Bandung. Antar umpan pesanan juga pakai angkutan umum. Pokoknya benar-benar luar biasa perjalanan Jitu di awal merintis. Anak-anak masih kecil belum bisa diandalkan. Karena saya bekerja waktu pun harus bisa saya atur,” papar Dadang.

    Sambil bekerja Dadang terus membesarkan Jitu. Dari tempat tinggalnya berukuran kecil dan kontrak, Dadang berjibaku bersama istri. Dari hasil kerja kerasnya lama-lama membuahkan hasil berkat ketekunan dan kesabaran seorang Dadang. Ya, baginya pasang surut usaha itu wajar dan harus dihadapi dengan ikhlas, sabar, tekun dan yang penting fokus.

    Bertahun-tahun membesarkan Jitu, di tahun 2005 beliau pensiun sebagai PNS dan fokus ke usahanya. Usai pensiun dari PNS, Dadang getol berjualan, umpannya mulai dicari. Alhasil permintaan dari toko pancing berdatangan. Dari Sukabumi, Bandung, Bogor dan Jakarta. Ia melayani dengan tenaganya sendiri, begitu pula bahan olahan Umpan Jitu ia beli sendiri ke Bandung dengan menggunakan angkutan umum. Dengan bahan baku yang berkualitas dari pengolahan umpan yang sangat sederhana beliau menggunakan 8 blender yang sekarang sudah berganti menjadi mesin penggiling dan mesin press.

    Dari hasil yang didapat, Dadang menabung dan membeli tanah tidak jauh dari rumah kontrakannya. Disinilah ia bangun pabrik pengolahan Jitu sekaligus tempat tinggal putranya. Di tanah seluas 5000 ribu meter inilah Umpan Jitu di produksi di daerah Cikiray, Cisaat, Sukabumi. Lambat laun Jitu mulai dikenal pemancing dan permintaan yang tadinya satu, dua orang menjadi puluhan dan ratusan orang mencari dan membeli Jitu miliknya itu. “Jitu mulai dipasarkan di Bandung tahun 1990-an. Permintaan banyak di Bandung dan saya antar pakai angkutan umum kesana kemudian ganti pengirimannya melalui kantor pos. Tahun 2000-an mulai masuk Jakarta dan pasarannya bagus sekali,” ujarnya lagi.

    Seiring berjalannya waktu, putra ketiga Dadang bernama Muhammad Ashidiqie atau Kiki usai lulus menjadi seorang sarjana, Dadang menyerahkan kepada beliau untuk mengelola dan turun tangan langsung. Sejak dipegang Kiki, penjualannya pun semakin booming. Kiki selaku Manager dibantu Ihsan Faturohman (Ihsan) putra kelima dan anak bungsu dari Dadang ini berada di bawahan naungan PD Jitu Multi Company untuk mengelolanya secara profesional dan menyerahkan sepenuhnya kepada generasi kedua.  

    “Alhamdulillah, saya berhasil menyekolahkan kelima anak saya menjadi sarjana dari Umpan Jitu,” ungkapnya senang. Di usianya yang ke 65 kini Dadang bersyukur apa yang ia jalani dengan tabah, ikhlas, sabar dan fokus membuahkan hasil. “Sekarang toko pancing yang mencari Jitu untuk kebutuhan para pemancing di seluruh Indonesia,” imbuhnya menutup pembicaraan siang itu.(rambe/foto:dok.kabarmancing.com)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply